TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bupati Dewi Perkuat Kesiapsiagaan Personel Tim Gabungan

Hadapi Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 08 September 2026 | 10:00 WIB
CEK KESIAPAN SARANA. Bupati Dewi, bareng Kapolres, Dandim 0601 Pandeglang dan jajaran lainnya, sedang memeriksa kesiapan anggota dan sarana penunjang kesiapsiagaan hadapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, di Alun-alun Pandeglang, Senin (7/9). (DOK. PROKOPIM SETDA PANDEGLANG)
CEK KESIAPAN SARANA. Bupati Dewi, bareng Kapolres, Dandim 0601 Pandeglang dan jajaran lainnya, sedang memeriksa kesiapan anggota dan sarana penunjang kesiapsiagaan hadapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, di Alun-alun Pandeglang, Senin (7/9). (DOK. PROKOPIM SETDA PANDEGLANG)

PANDEGLANG - Untuk menghadapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini masih berstatus Level III atau Siaga, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan langkah cepat memperkuat kesiapsiagaan ratusan personel Tim Gabungan.

 

Tim Gabungan yang terdiri jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait lainnya, melakukan Apel Bersama dalam rangka Pengerahan Satgas PRCPB Kodam III/Siliwangi dalam rangka perbantuan penanggulangan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Korem 064/MY (Kodim 0601 Pandeglang), di Alun-alun Pandeglang, Senin (7/9).

 

Bupati Dewi menegaskan, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus disikapi secara serius, terukur dan berdasarkan informasi resmi dari instansi yang berwenang.

 

“TNI, Polri dan seluruh unsur terkait berada dalam kondisi siap untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi perkembangan situasi kedaruratan,” tegasnya.

 

Menurutnya, seluruh pihak harus mampu menjaga dua hal secara bersamaan, yakni meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga ketenangan masyarakat.

 

Masyarakat diimbau tidak panik akibat informasi yang tidak benar atau tidak utuh. Namun demikian, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga tidak boleh dianggap ringan.

 

“Apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan perkembangan situasi,” kata Bupati Dewi.

 

Bupati Dewi mengungkapkan, kesiapan tersebut meliputi personel, sarana dan peralatan, jalur koordinasi, sistem komunikasi, jalur evakuasi hingga pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.

 

Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi, menambahkan, apel bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana.

 

“Kegiatan hari ini (Senin) untuk menguatkan komitmen antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur lainnya, termasuk dalam pembagian tugas dalam menghadapi perkembangan situasi,” kata AKBP Dhyno.

 

Ia mengungkapkan, Polres Pandeglang menyiapkan sekitar 500 personel untuk mendukung langkah kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

 

“Personel yang kami turunkan kurang lebih 500 personel. Kami harap masyarakat tetap bersikap tenang dan tidak panik,” katanya.

 

Senada, Dandim 0601 Pandeglang, Letkol Inf Fajar Aulia Futra, menegaskan, jajaran Kodim 0601 Pandeglang siap memberikan dukungan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

“Kami dari jajaran Kodim siap mendukung dengan segala kelengkapan yang ada sehingga dapat memitigasi ancaman yang ada,” katanya.

 

Sementara, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pandeglang, Dadi Rajadi menilai kesiapsiagaan seluruh unsur harus didukung dengan anggaran yang memadai. Menurutnya, dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting agar berbagai upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dapat berjalan secara optimal.

 

“Kesiapan akan sia-sia jika tidak didukung dengan anggaran yang memadai. Kami akan mendorong dari sisi penganggaran yang akan dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” tandasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejak Jumat (4/9) lalu, kini di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang telah dihujani abu vulkanik. Mulai terasa hujan abu vulkanik tersebut di wilayah Pandeglang Kota pada Sabtu (5/9) malam.

 

Bahkan, sampai saat ini (Minggu, 6/9), abu vulkanik terlihat jelas berterbangan, tebal menempel pada kendaraan, teras rumah dan pada masuk ke rumah warga karena tertiup angin. Warga juga langsung meningkatkan kewaspadaan dengan berinisiatif berbondong-bondong ke supermarket untuk membeli masker.

 

Untuk diketahui, sejak Kamis (2/7) lalu, GAK sudah ditetapkan status siaga level III karena Gunung Api aktif, masyarakat, pengunjung/wisatawan, pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. Pada Jumat (4/9) lalu, erupsinya terus menerus sampai 25 jam, hingga mengeluarkan dentuman atau gemuruh, dan getaran yang sempat menimbulkan kepanikan kepada masyarakat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit