TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kebutuhan Hunian Masih Tinggi

Gubernur Desak Kepastian Lahan Sawah Dilindungi

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 09 September 2026 | 10:25 WIB
AUDIENSI. Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD Apersi) Banten, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (8/9). BIRO ADPIM PEMPROV BANTEN
AUDIENSI. Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD Apersi) Banten, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (8/9). BIRO ADPIM PEMPROV BANTEN

SERANG – Kebutuhan hunian di Provinsi Banten masih menjadi pekerjaan rumah besar. Gubernur Banten Andra Soni menyebut bahwa backlog perumahan di Banten mencapai sekitar 380 ribu hingga 500 ribu keluarga.

 

Menurut Andra, tingginya backlog tersebut tidak terlepas dari posisi Banten sebagai wilayah urban sekaligus daerah tujuan masyarakat untuk mencari pekerjaan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap rumah terus meningkat.

 

“Jumlah backlog kita atau masyarakat kita yang belum memiliki rumah masih sangat tinggi, karena memang wilayah kita adalah wilayah urban dan wilayah pencari kerja, sehingga kurang lebih sekitar 380 sekian ribu sampai dengan 500.000 backlog kita,” kata Andra, Selasa (8/9).

 

Andra menjelaskan, backlog perumahan tersebut terbagi dalam dua kategori. Pertama, masyarakat atau keluarga yang sama sekali belum memiliki rumah. Kedua, keluarga yang telah memiliki rumah, tetapi kondisi rumahnya tidak layak.

 

Persoalan tersebut, kata Andra, menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu ditangani pemerintah bersama para pemangku kepentingan di sektor perumahan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah memperkuat sinergi dengan pengembang untuk memenuhi kebutuhan hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Namun, upaya memenuhi kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan kepastian ketersediaan lahan untuk pengembangan kawasan permukiman. Karena itu, Andra berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

 

“Ini menjadi PR kita bersama, sehingga kami berharap kepada pemerintah untuk segera memutuskan kaitan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” ujarnya.

 

Menurut Andra, kepastian mengenai LSD menjadi penting bagi Banten karena wilayah ini merupakan salah satu kawasan penyangga ibu kota yang terus berkembang sebagai wilayah permukiman.

 

Selain mendorong adanya kepastian lahan, Andra mengatakan Pemprov Banten dan Apersi sepakat memperkuat sinergi untuk menciptakan iklim industri perumahan dan permukiman yang semakin baik.

 

“Dan kami tadi sama-sama bersepakat untuk saling bersinergi, saling mendukung, serta bersama-sama membuat iklim industri perumahan dan permukiman di Provinsi Banten semakin baik ke depan,” kata Andra.

 

Ketua DPD Apersi Banten Anto Disanto mengatakan pihaknya telah melakukan audiensi dengan Gubernur Banten untuk membahas sinergi dalam pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Anto berharap sinergi tersebut dapat diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota. Namun, pihaknya saat ini masih menunggu kepastian terkait LSD dan lahan berkelanjutan yang dinilai berkaitan dengan pengembangan perumahan di Banten.

 

“Sebelumnya, kami dari DPD Apersi Banten sudah diterima oleh Pak Gubernur terkait dengan sinergi kita di dalam pemenuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi, mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih bersinergi lagi di tingkat kabupaten dan kota, yang mungkin saat ini sedang kita tunggu nih terkait masalah Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Berkelanjutan/LPS. Mudah-mudahan sudah bisa diputuskan beberapa waktu ke depan,” kata Anto.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit