Latih Warga Bikin Chunky Bag, Setu Dorong Produk Kreatif Bernilai Ekonomi
SETU – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di tingkat wilayah. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan chunky bag yang digelar di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Rabu (9/9).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali potensi keterampilan masyarakat agar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.
Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng Pilar Saga Ichsan, mengatakan chunky bag memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan. Selain memiliki nilai jual, keterampilan membuat tas tersebut belum banyak dikuasai sehingga peluang pasarnya masih terbuka.
“Banyak potensi, chunky bag ini kalau di jual banyak banget Potensi untuk dijadikan cuan. Karena apa? Karena memang masih belum banyak orang yang bisa,” ujarnya.
Menurut Ajeng, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam pengembangan produk kreatif. Semakin sedikit orang yang memiliki keterampilan membuatnya, semakin besar kesempatan untuk menjadikan chunky bag sebagai produk usaha.
“Semakin sedikit orang yang membuat itu lah, berarti semakin besar juga peluangnya untuk kita jadikan ini cuan untuk berjualan,” katanya.

Ia menilai Kecamatan Setu memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Namun, potensi tersebut perlu terus digali melalui pelatihan dan pendampingan agar keterampilan masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan usaha.
Selain keterampilan produksi, Ajeng mengingatkan pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan bisnis. Menurutnya, kemampuan membuat dan menjual produk belum cukup jika tidak diikuti dengan perhitungan usaha yang tepat.
“Kadang orang bisa banyaknya jualan tapi itungannya salah. Jadi manajemen bisnisnya ada yang salah. jadi apa, kadang-kadang jadi tipis lah keuntungannya, atau mungkin malah gak dapat untuk. karena manajemen bisnisnya masih belum berjalan,” tuturnya.
Karena itu, pelatihan juga diarahkan agar masyarakat memahami bagaimana menghasilkan produk yang menarik dan memiliki daya jual. Dengan dukungan pemateri yang berpengalaman, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
“Jadi dengan pemateri yang expert ini, jadi Biar orang itu menarik, biar orang itu mau beli dan juga orang kayak langsung trust it sama barang-barang yang memang kita jual,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Setu, Bunga Pranatalia Putri, mengaku mendapat pengalaman baru setelah melihat langsung proses pembuatan chunky bag. Ia sebelumnya tidak menyangka tas yang kerap ditemui sebagai produk ekonomi kreatif dapat dibuat dari bahan yang masih berbentuk gulungan.
“Saya senang banget sebenarnya hari ini bisa melihat langsung proses pembuatan chunky bag. Ini perdana buat saya. Seperti tadi saya bilang, saya pikir ini tasnya, tapi ini malah gulungannya,” ungkap Bunga.

Ia menilai pelatihan tersebut memberikan peluang bagi masyarakat, khususnya para peserta, untuk memiliki keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Apabila ditekuni, chunky bag memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
“Artinya, apa yang sedang dilakukan hari ini, Insya Allah bisa bermanfaat buat ibu-ibu, karena kedepannya, kalau memang sudah menguasai, ini memiliki nilai ekonomi tinggi, bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber mata pencaharian atau mungkin menambah penghasilan,” katanya.
Bunga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan perdana. Peserta diminta terus berlatih hingga mampu menghasilkan produk secara mandiri dengan kualitas yang dapat dipasarkan.
Menurutnya, pengembangan keterampilan tersebut juga sejalan dengan upaya Kecamatan Setu memperkuat sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Jika terus dikembangkan, chunky bag berpeluang menjadi salah satu produk kreatif unggulan dari Kecamatan Setu.
Ia juga mendorong peserta mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil karya yang sudah dibuat dapat dipamerkan melalui media sosial Kecamatan Setu sehingga semakin dikenal masyarakat.
“Jangan berhenti di sini saja tapi pasarkan kemampuan ini menjadi salah satu sumber-sumber penghasilan dan seperti yang saya bilang kalau memang ini menjadi suatu kelompok ekonomi kreatif kita akan jadikan ini menjadi salah satu produk kreatif unggulan yang Kecamatan Setu,” pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu





