TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

300 Tim SAR Dan 11 Kapal Dikerahkan Ke Selat Sunda

Hari Ketiga Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru Kapal Masih Nihil

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Jumat, 11 September 2026 | 09:00 WIB
PELAMPUNG. TNI AL yang mengerahkan unsur kapal perang dan Kapal Angkatan Laut (KAL) menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9). (DOK. TNI AL)
PELAMPUNG. TNI AL yang mengerahkan unsur kapal perang dan Kapal Angkatan Laut (KAL) menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9). (DOK. TNI AL)

PANDEGLANG - Proses pencarian terhadap 5 orang jurnalis dan 3 orang kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) terus diperluas.

 

Pada hari ketiga proses pencarian, ada sebanyak 300 lebih personil Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten dan Nasional, serta 11 perahu dikerahkan ke perairan Selat Sunda. Namun hingga saat ini pencarian yang dilakukan tersebut, belum membuahkan hasil atau masih nihil.

 

Kepala Badan SAR Nasional, M Syafii,

 

mengungkapkan, Basarnas dengan seluruh potensi yang ada, telah bersinergi untuk melakukan upaya pencarian terhadap 5 orang jurnalis serta 3 orang kru kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9) lalu di perairan Selat Sunda saat hendak melakukan peliputan aktivitas GAK.

 

“Kita sangat berharap bisa segera menemukan dan menolong dalam kondisi selamat,” kata M Syafii, di kawasan Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9).

 

Hari ini (Kamis) lanjut dia, upaya pencarian dikembangkan ke enam sektor, yang awalnya di hari pertama digelar di tiga sektor dan hari kedua di lima sektor. Dalam operasi pencarian ini lanjut dia, melibatkan sebanyak 11 kapal laut dengan jumlah personil lebih dari 300 orang.

 

“Jadi seluruh potensi baik dari kepolisian, angkatan udara dan pemerintah daerah untuk berupaya agar segera menemukan para korban,” katanya.

 

Saat ini menurutnya, kekuatan masih tersebar dan bersinergi, operasi ini juga melibatkan dua Kantor SAR yakni SAR Banten dan Lampung. “Jadi kami dari pemerintah pusat maupun daerah, akan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas kemanusiaan ini,” katanya lagi.

 

Dijelaskannya, pola operasi pencarian yang dilakukan Basarnas karena Basarnas tergabung dalam maritim organisasi, pola operasi ini merupakan pola BCC (Basarnas Command Center).

 

Jadi lanjut dia, pada saat informasi terakhir didapat maka disitulah start utama membuat pola operasi. “Tentunya informasi dari teman-teman BMKG, PVMBG menjadi dasar kita dalam melaksanakan operasi,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan, konsep operasi melibatkan unsur utama, karena pertiwinya di laut maka yang digunakan adalah unsur laut dan udara. “Dan operasi yang dilakukan ini dengan batasan safety,” tandasnya.

 

Sementara, menurut informasi yang dihimpun dari Dinas Penerangan Angkatan Laut, TNI AL yang mengerahkan unsur kapal perang dan Kapal Angkatan Laut (KAL) menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9).

 

Pelampung tersebut ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten saat melaksanakan proses pencarian pada hari ketiga. Namun demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak. 

 

TNI AL dan tim gabungan masih melakukan pemeriksaan serta pencarian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan para jurnalis yang tengah dicari. TNI AL bersama tim gabungan akan terus berupaya menyisir perairan-perairan yang diduga menjadi lokasi hilang kontaknya para pejuang informasi saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

Diberitakan sebelumnya, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Memasuki hari kedua, operasi pencarian diperluas dengan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan, pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia.

 

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad, Rabu (9/9).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit