TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tiga Gunung Api Masih Erupsi, Abu Anak Krakatau Mulai Menghilang dari Jabodetabek

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 12 September 2026 | 08:02 WIB
Anak Gunung Krakatau. Foto : Ist
Anak Gunung Krakatau. Foto : Ist

JAKARTA — Aktivitas vulkanik masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga Jumat (11/9/2026), tiga gunung api tercatat mengalami erupsi, yakni Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu.


Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian meski sebaran abu vulkaniknya mulai mereda. Abu erupsi yang sebelumnya terbawa angin hingga wilayah Jabodetabek kini tidak lagi terdeteksi.


Data Magma Indonesia dan Badan Geologi mencatat, Gunung Ibu di Maluku Utara mengalami dua kali erupsi pada Jumat pagi. Letusan terjadi masing-masing pada pukul 00.49 WIT dan 08.56 WIT.


Semburan abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.
Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata juga menunjukkan aktivitas tinggi. Sedikitnya lima erupsi tercatat sejak dini hari hingga pagi, yakni pada pukul 00.57, 02.08, 02.21, 07.09 dan 08.02 WITA.


Kolom abu tertinggi dari rangkaian erupsi tersebut mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Aktivitas gunung api tersebut juga disertai dentuman kuat dan getaran yang terasa hingga bangunan di sekitar pos pengamatan.
Gunung Semeru di Jawa Timur tak kalah aktif. Empat kali erupsi tercatat pada Jumat, masing-masing pukul 00.26, 04.27, 05.05 dan 06.16 WIB.


Erupsi terakhir yang tercatat pada pukul 06.16 WIB berlangsung selama 187 detik dengan amplitudo maksimum 23 milimeter. Meski letusan tidak terlihat secara visual, aktivitasnya terekam jelas melalui seismograf.


Abu Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi
Di tengah aktivitas tiga gunung api tersebut, Gunung Anak Krakatau masih berada dalam pengawasan ketat. Badan Geologi mempertahankan status gunung api tersebut pada Level III atau Siaga.


Hasil evaluasi hingga Jumat (11/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan aktivitas kegempaan masih berlangsung, antara lain satu gempa erupsi, 21 gempa ringan, 13 gempa hybrid, 28 gempa vulkanik dangkal, 18 gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus.


Anak Krakatau sebelumnya mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam, mulai 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB. Setelah fase tersebut berakhir, aktivitas beralih menjadi erupsi Strombolian episodik.


Hingga Jumat, tercatat 14 kali erupsi Strombolian. Namun, intensitas sebaran abu tidak lagi seperti sebelumnya.
Pelaksana Harian Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan abu vulkanik Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi pada Jumat siang.


"Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi siang ini," ujar Ana.


Meski abu mulai menghilang, kondisi Anak Krakatau belum dinyatakan aman. BNPB menegaskan status Level III tetap diberlakukan karena potensi terjadinya erupsi lanjutan masih tinggi.


Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan evaluasi Badan Geologi terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Anak Krakatau.


Menurutnya, penurunan gempa vulkanik dangkal belum menjadi alasan untuk menurunkan status. Sebaliknya, peningkatan gempa vulkanik dalam menunjukkan masih adanya suplai magma dari kedalaman.


Potensi bahaya yang harus diwaspadai meliputi lontaran batu pijar dan hujan abu dengan intensitas tinggi. Jika erupsi menerus kembali terjadi, aliran lava juga masih berpotensi muncul.
BNPB karena itu meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Anak Krakatau.


Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. BNPB mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai ancaman tsunami yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.
.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit