Kebakaran Lahan Terjadi Di Ciater, Warga Terganggu Asap
Damkarmat Kerahkan 4 Mobil Pemadam
SERPONG-Kebakaran di lahan kosong kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Lahan seluas 500 meter persegi di Jalan Waru, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, dilalap api, Sabtu (12/9).
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke area sekitar. Ranting pohon dan puing-puing yang berada di lahan tersebut ikut terbakar hingga membuat kobaran api meluas.
"Info dari warga akibat adanya pembakaran sampah di sekitar lokasi. Terus merembet ke lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang," ungkap Aldi, warga sekitar.
Aldi menambahkan, lahan kosong yang terbakar itu dulunya merupakan sebuah rawa. "Akibat kemarau panjang menjadi kering, kemudian ditumbuhi ilalang dan semakin belukar lainnya," terangnya.
Peristiwa kebakaran tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar, karena apinya cukup besar dan menimbulkan asap tebal. "Nah asap ini juga mengganggu warga. Menutup pandangan dan rawan polusi," paparnya.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 22:00 WIB. Namun, persoalan belum benar-benar selesai.
Pada Minggu (13/9) pagi, asap kembali muncul dari lokasi. Tak lama berselang, api kembali menyala sehingga petugas harus kembali diterjunkan untuk melakukan pemadaman lanjutan.
“Pagi tadi asap kembali muncul dan api kembali menyala. Kami kembali terjun ke lokasi melakukan pemadaman, selesai sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Omay.
Dalam penanganan lanjutan tersebut, sebanyak empat unit kendaraan dikerahkan. Dua unit berasal dari Damkarmat Kota Tangsel dan dua unit lainnya merupakan tangki penyuplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Penanganan juga dibantu satu unit alat berat berupa beko milik DLH. Alat berat digunakan untuk membantu petugas menjangkau dan menangani material yang terbakar di area tersebut.
Omay menyebut, salah satu kendala yang dihadapi petugas yakni lokasi sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat suplai air harus diatur agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal.
“Untuk penyebabnya, diduga karena adanya aktivitas pembakaran sampah,” katanya.
Menurut Omay, kejadian kebakaran yang dipicu kondisi lahan kering perlu menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, sejak awal Agustus hingga saat ini, Damkarmat Kota Tangsel mencatat kurang lebih 20 kejadian kebakaran.
Ia mengimbau masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, khususnya saat kondisi cuaca kering seperti sekarang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ketika mengenai rumput, ranting, maupun material lain yang mudah terbakar.
“Di musim kemarau ini aktivitas pembakaran sampah sangat berbahaya. Kondisi yang kering menyebabkan api dengan mudah menyebar,” tegasnya.
Selain mengancam keselamatan dan berpotensi memicu kebakaran lebih luas, asap hasil pembakaran sampah juga dapat mengganggu kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Karena itu, Omay meminta warga memilih cara yang lebih aman dalam mengelola sampah dan tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka.
“Jangan membakar sampah sembarangan. Selain bisa menyebabkan kebakaran, asap hasil pembakaran juga dapat mengancam kesehatan,” pungkasnya.(rmn)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






