TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

11 Kru Kapal Virgo Asal Garut Masih Hilang, 1 Korban Dinyatakan Tewas

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 14 September 2026 | 14:27 WIB
KM Virgo Transport 8. Foto : Ist
KM Virgo Transport 8. Foto : Ist

GARUT — Sebanyak 23 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, tercatat menjadi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Dari jumlah tersebut, satu orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara 11 lainnya masih belum ditemukan.


Bupati Garut Syakur Amin mengatakan, data tersebut merupakan informasi terbaru yang diterima pemerintah daerah terkait warga Garut yang berada di kapal nahas tersebut.


“Benar, ada 23 orang warga Garut yang menjadi korban insiden Kapal Virgo,” ujar Syakur di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Senin (14/9/2026).


Menurut Syakur, dari 23 warga Garut tersebut, 11 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara satu korban lainnya telah dinyatakan meninggal dunia.


“11 korban lainnya masih belum ada informasi. Belum ditemukan,” katanya.
Seluruh korban asal Garut tersebut diketahui berasal dari Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Mereka ternyata bukan penumpang biasa, melainkan bekerja sebagai awak kapal.


Informasi itu disampaikan Agus Miqdar (34), salah seorang kerabat korban. Ia menyebut sebagian besar korban masih memiliki hubungan keluarga dan berasal dari lingkungan kampung yang sama.
“Betul. Karena kebetulan hampir semuanya dari kampung saya. Semua korban ada ikatan saudara, sadulur-dulur,” ujar Agus.


Agus menjelaskan, para warga Garut tersebut mengisi berbagai pekerjaan di atas kapal. Ada yang bertugas sebagai pekerja kantin, petugas kebersihan, hingga kru lainnya.


“Mereka memang sedang bekerja di sana (KM Virgo), kemudian mendapat musibah seperti itu,” tuturnya.


Tidak seluruh korban merupakan pekerja lama. Agus mengatakan, sebagian awak kapal sudah bertahun-tahun bekerja, sedangkan lainnya baru bergabung dan ikut dalam pelayaran rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.


“Ada yang sudah lebih dulu kerja, banyak. Ada yang pindah kapal juga. Karena itu kebetulan saya dengar kapalnya baru,” ujarnya.


Hingga Senin (14/9/2026), pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan tim gabungan di perairan lokasi kecelakaan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit