Profil Suyudi Ario Seto, Dari Reserse hingga Jadi Kapolri
JAKARTA — Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum dilantik, Suyudi terlebih dahulu menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI. DPR kemudian menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri dalam Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.
Pengangkatan Suyudi berawal dari Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 yang berisi usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.
Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.
Kariernya di kepolisian dimulai dari sejumlah penugasan di bidang reserse. Ia pernah menjabat Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Kariernya kemudian terus berkembang. Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017. Setelah itu, ia menempati sejumlah jabatan strategis di Bareskrim Polri, termasuk Wadirtipideksus dan Wadirtipidsiber.
Pada 2019, Suyudi dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Empat tahun kemudian, ia mendapat promosi sebagai Wakapolda Metro Jaya dan menyandang pangkat jenderal bintang satu.
Pada 2024, Suyudi dipercaya menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi. Jabatan tersebut diembannya hingga kemudian ditunjuk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Agustus 2025.
Selama memimpin BNN, Suyudi juga menangani sejumlah kasus besar narkotika. Salah satunya pengungkapan penyelundupan sekitar dua ton sabu yang diungkap aparat pada Desember 2025, dengan nilai narkotika diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun.
Di bidang pendidikan, Suyudi merupakan lulusan PTIK pada 2003 dan Sespimti pada 2018. Ia juga menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, serta Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, kepemimpinan di sejumlah wilayah kepolisian, hingga pengalaman memimpin BNN, Suyudi kini dipercaya memimpin Korps Bhayangkara sebagai Kapolri.
Internasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 jam yang lalu
TangselCity | 4 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




