Marc Marquez Pilih Egois, Pakai Pemeran Pengganti Jelang MotoGP Jepang
JEPANG — Marc Marquez mengakui dirinya memilih bersikap egois demi menjaga fokus dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu bahkan menggunakan pemeran pengganti untuk menghadiri agenda pra-balapan MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi.
Marquez memilih tidak ikut dalam balap gokart yang digelar sebelum balapan. Padahal, mayoritas pembalap MotoGP ambil bagian dalam kegiatan tersebut, termasuk rivalnya dalam perebutan gelar, Jorge Martin.
Balapan gokart itu akhirnya dimenangi Somkiat Chantra, disusul Pedro Acosta di posisi kedua.
Keputusan Marquez menjadi sorotan karena agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian hiburan sebelum balapan. Namun, pembalap asal Spanyol itu merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk bersantai.
Marquez menilai dirinya harus mengutamakan persaingan gelar yang semakin ketat. Karena itu, ia memilih menjaga kondisi fisik dan konsentrasi agar bisa tampil maksimal saat balapan.
"Ada batas yang cukup tipis," kata Marquez seperti dilaporkan Motorsport.com dan dikutip Crash.
"Saya tentu memahami unsur hiburannya, tetapi kami sedang bersaing untuk kejuaraan, bukan sekadar bersenang-senang dan mengendarai gokart," ujarnya.
Gunakan Pemeran Pengganti
Marquez kemudian mengungkap bagaimana ide menggunakan pemeran pengganti muncul.
Saat persiapan jelang balapan, ia mengaku membutuhkan es. Salah satu anggota tim kemudian melontarkan ide untuk menghadirkan pemeran pengganti agar tetap ada sosok yang mewakilinya dalam agenda tersebut.
"Untuk Warm-Up, saya mengatakan saya membutuhkan es, lalu salah satu anggota tim keluar dan mengatakan akan keren jika seorang pemeran pengganti datang," tutur Marquez.
"Ini seperti momen 'hold my drink', lalu mereka menindaklanjutinya," sambungnya.
Keputusan tersebut ternyata tidak sepenuhnya lepas dari kritik. Marquez mengakui pilihannya bisa dianggap egois.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya memang harus menentukan prioritas karena setiap hasil balapan sangat penting dalam perebutan gelar juara dunia.
"Saya harus menentukan prioritas," kata Marquez.
"Saya sudah ditegur, tetapi memang begitulah keadaannya."
"Sekarang kami harus egois dan tampil sebaik mungkin ketika hasil benar-benar ditentukan, yaitu saat balapan," tegas pembalap 33 tahun tersebut.
Berbuah Kemenangan di Motegi
Sikap Marquez itu akhirnya terbayar di lintasan. Memulai balapan MotoGP Jepang dari posisi kedua, ia berhasil merebut kemenangan di Sirkuit Motegi.
Hasil tersebut membuat Marquez mengamankan raihan maksimal 37 poin sepanjang akhir pekan dan memangkas jaraknya dengan Jorge Martin menjadi hanya dua poin.
Agenda hiburan seperti balap gokart memang menjadi bagian dari kegiatan MotoGP sebelum balapan di sejumlah seri. Konsep serupa juga pernah diterapkan di ajang Formula 1, termasuk melalui balap gokart Lego di Miami dan Silverstone.
Namun bagi Marquez, ketika perebutan gelar memasuki fase penentuan, konsentrasi di lintasan menjadi prioritas utama.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Olahraga | 16 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




