TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cegah ASN Terjerat Judol, Benyamin Minta Pengajuan Pinjaman Pegawai Dipantau

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:16 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (TangselPos/rachman)
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (TangselPos/rachman)

CIPUTAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjerat praktik judi online (judol). Salah satu langkah yang disiapkan yakni melakukan pemantauan ketika ASN mengajukan pinjaman ke perbankan.

 

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pengawasan dilakukan untuk mencegah persoalan keuangan yang dapat muncul akibat keterlibatan ASN dalam judi online. Ia telah menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat untuk ikut mengawasi ASN yang terindikasi terjerat judol.

 

Menurutnya, pengawasan juga dapat dilakukan melalui mekanisme pengajuan pinjaman kepada perbankan. Setiap ASN yang mengajukan pinjaman, kata Benyamin, perlu mendapat perhatian agar keputusan finansial tersebut diketahui oleh pasangan masing-masing.

 

"Saya ingin, saya sudah minta kepada setiap kepala OPD-nya kalau mereka mengajukan pinjaman misalnya kepada Bank BJB, panggil tuh dua-duanya, istrinya sama suaminya yang mengajukan pinjaman, atau istrinya mengajukan pinjaman, suaminya juga dipanggil, supaya diketahui bersama-sama, jangan sampai terjerat judol," ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Rabu (7/10).

 

Benyamin mengakui, mendeteksi keterlibatan seseorang dalam judi online bukan perkara mudah. Terlebih, aktivitas tersebut dapat dilakukan secara pribadi melalui telepon seluler.

 

Karena itu, Pemkot Tangsel memilih memperkuat pencegahan dari sisi lain, salah satunya ketika ASN mulai memiliki persoalan keuangan dan mengajukan pinjaman kepada lembaga perbankan.

 

"Walaupun ya memang ini susah, kita tahu susah menjerat, apa namanya, sulit untuk tahu di handphone-nya ada aplikasi itu segala macam, tapi saya ingin mereka kan biasanya mengajukan pinjaman ke perbankan, nah itu yang kita saring," katanya.

 

Ia menyebut, indikasi persoalan keuangan akibat judol maupun pinjaman online (pinjol) sudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut biasanya terlihat ketika seseorang mulai memiliki banyak utang dan kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran.

 

"Ada aja. Ada aja, ada aja. Kita tahunya mereka udah, ya habis-habisan lah, kira-kira begitu ya. Udah utang sana, utang sini, pinjaman online," ungkapnya.

 

Benyamin menegaskan, persoalan judi online dan pinjaman online tidak bisa hanya ditangani oleh satu pihak. Menurutnya, keluarga, lingkungan kerja, hingga pemerintah memiliki peran dalam melakukan pencegahan sejak dini.

 

"Saya pernah juga dimintai untuk mengejar, ditagihlah orang yang kena pinjaman online, segala macam. Saya kira ini pekerjaan bersama kita semua," pungkasnya.

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit