TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

OMRON dan Kitabisa Salurkan 100 Nebulizer untuk Fasilitas Kesehatan Terdampak Karhutla di Kalimantan

Reporter: Ferdy Salim
Editor: Ari Supriadi
Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:58 WIB
Tomoaki Watanabe (kiri) dan Andrew Deni Yonathan dalam seremoni donasi 100 nebulizer untuk fasilitas kesehatan terdampak karhutla di Kalimantan, pada Indonesia Hospital Expo 2026 di ICE BSD City, Jumat (9/10/2026). (tangselpos.id/lim)
Tomoaki Watanabe (kiri) dan Andrew Deni Yonathan dalam seremoni donasi 100 nebulizer untuk fasilitas kesehatan terdampak karhutla di Kalimantan, pada Indonesia Hospital Expo 2026 di ICE BSD City, Jumat (9/10/2026). (tangselpos.id/lim)

TANGERANG  – OMRON Healthcare Indonesia bersama platform donasi Kitabisa menyalurkan 100 unit nebulizer ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kalimantan. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Bantuan tersebut dialokasikan ke tiga wilayah, yakni Pontianak, Kalimantan Barat, sebanyak 40 unit, serta Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masing-masing 30 unit.

 

Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta warga yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

 

Paparan asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 dan polutan berbahaya yang dapat masuk ke sistem pernapasan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan memperburuk gangguan pernapasan yang sudah dialami masyarakat.

 

Data Kementerian Kesehatan yang dikutip dalam siaran pers OMRON dan Kitabisa mencatat, kasus ISPA di Kalimantan Barat mencapai 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026. Sementara itu, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus dan Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus pada periode 10–16 Agustus 2026.

 

Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi masyarakat yang sebelumnya telah mengalami gangguan pernapasan.

 

“Di tengah krisis kabut asap ini, tantangannya bukan sekadar paparan udara yang sudah tercemar. Bagi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini dapat memperberat gejala dan meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan,” ujar Tomoaki, Jum'at (9/10/2026).

 

Melalui program donasi tersebut, OMRON berupaya mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap.

 

Sementara itu, Head of Brand Partnership Kitabisa, Andrew Deni Yonathan, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.

 

“Semangat gotong royong dan kemitraan strategis bersama OMRON Healthcare Indonesia ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kepedulian dapat menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” kata Andrew.

 

Ia menambahkan, bantuan 100 unit nebulizer tersebut menjadi wujud kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis kabut asap.

Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe (kiri), menunjukkan nebulizer OMRON NE-C810 yang didonasikan untuk fasilitas kesehatan terdampak karhutla di Kalimantan, di ICE BSD City, Jumat (9/10/2026). (tangselpos.id/lim)

 

Nebulizer untuk Mendukung Terapi Pernapasan

Nebulizer merupakan perangkat medis yang mengubah obat cair menjadi aerosol agar dapat dihirup melalui saluran pernapasan. Penggunaannya menjadi salah satu pilihan terapi inhalasi untuk menangani kondisi tertentu, termasuk asma, sesuai anjuran tenaga kesehatan.

 

Perangkat yang didonasikan adalah OMRON NE-C810, jenis compressor nebulizer yang dapat digunakan dengan masker atau corong mulut. Alat ini dilengkapi teknologi Virtual Valve Technology (V.V.T.) yang dirancang untuk membantu mengurangi pemborosan obat selama proses terapi inhalasi.

 

OMRON NE-C810 memiliki bobot sekitar 190 gram, dengan ukuran partikel aerosol rata-rata 4,4 mikrometer (MMAD), laju nebulisasi sekitar 0,35 mililiter per menit, serta tingkat kebisingan sekitar 53 desibel.

Meski demikian, penggunaan nebulizer perlu mengikuti petunjuk pemakaian dan anjuran tenaga kesehatan. Perangkat ini bukan pengganti upaya mengurangi paparan kabut asap maupun pemeriksaan medis ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan.

 

Distribusi Menjangkau Tiga Wilayah

Di Pontianak, bantuan direncanakan menjangkau sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura, RSU YARSI Pontianak, serta beberapa puskesmas.

 

Sementara di Palangkaraya, penerima bantuan mencakup UPT Puskesmas Marina Permai, Puskesmas Kereng Bangkirai, Klinik Pratama Aisyiyah, dan RSI PKU Muhammadiyah.

 

Adapun di Banjarbaru, bantuan dialokasikan untuk sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Sungai Besar dan fasilitas lainnya yang tercantum dalam daftar distribusi.

 

Melalui kolaborasi ini, OMRON Healthcare Indonesia dan Kitabisa berharap dukungan perangkat terapi pernapasan dapat membantu fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak karhutla.(*)

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit