TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Patung Emas Trump Tanpa Busana Mejeng di Parlemen Eropa

Oleh: Arya MG
Editor: AY
Senin, 12 Oktober 2026 | 10:05 WIB
Seniman asal Denmark, Jens Galschiot, berpose di samping patung Presiden Amerika Serikat Donald Trump buatannya yang berjudul The Orange Plague di gedung Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis. Foto : Ist
Seniman asal Denmark, Jens Galschiot, berpose di samping patung Presiden Amerika Serikat Donald Trump buatannya yang berjudul The Orange Plague di gedung Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis. Foto : Ist

STRASBOURG – Patung berlapis emas yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tanpa busana menjadi sorotan di Gedung Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis. Karya seni satir setinggi 2,6 meter itu menyindir keras kepemimpinan Trump, terutama kebijakan iklim dan politik luar negerinya.


Melansir Euronews, patung berlapis emas 23 karat tersebut merupakan karya seniman Denmark, Jens Galschiot. Karya itu diberi judul The Orange Plague (Wabah Oranye) atau King of Injustice (Raja Ketidakadilan).


Patung tersebut menampilkan sosok Trump tanpa busana yang memegang tongkat golf berukuran besar dan sebuah timbangan. Ia digambarkan duduk di atas punggung seorang pria kurus yang terlihat lemah, menghadirkan simbol ketimpangan kekuasaan dan beban yang ditanggung pihak lain.


Di bagian bawah patung, terdapat plakat berisi pesan satir: “Saya duduk di punggung seorang pria. Dia tenggelam di bawah bebanku. Saya akan melakukan apa saja untuk membantunya, kecuali turun dari punggungnya.”


Galschiot mengatakan, karyanya terinspirasi dari dongeng klasik The Emperor’s New Clothes atau Pakaian Baru Kaisar. Melalui patung tersebut, ia ingin melontarkan kritik terhadap kebijakan iklim dan politik luar negeri Trump.


Menurutnya, sejumlah negara dan organisasi nonpemerintah (NGO) enggan mengkritik atau mengambil tindakan terhadap kebijakan Trump karena khawatir menghadapi konsekuensi, mulai dari tarif perdagangan hingga pemotongan bantuan dan deportasi.


“Banyak negara dan organisasi nonpemerintah takut berbicara atau menindak kebijakan Trump karena khawatir terkena tarif dagang, pemotongan dana, atau deportasi,” ujar Galschiot.


Sebagai seniman independen, Galschiot mengaku tidak ingin terbelenggu ketakutan tersebut. Ia menggunakan karya seni sebagai medium untuk menyuarakan persoalan sensitif yang dinilainya kerap dihindari.


Ia berharap patung itu dapat memicu perdebatan mengenai dampak kebijakan Amerika Serikat terhadap upaya global mengatasi krisis iklim.


“Harapannya, ini membuka debat krusial tentang bagaimana kebijakan Amerika merusak peluang dunia untuk menangani krisis iklim,” tegasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit