Alami Luka Bakar 58 hingga 82 Persen, RSU Tangsel Rujuk Dua Korban Ledakan Pasar Cimanggis
Pemkot Kawal Penanganan Korban, Pastikan Biaya Pengobatan Tercover
PAMULANG – Dua korban ledakan di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami luka bakar derajat tiga dengan tingkat keparahan mencapai 82 persen dan 58 persen. Keduanya harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas khusus penanganan luka bakar berat atau burn unit.
Humas RSU Tangsel, Lasdo, mengatakan, pihaknya menerima lima pasien dari peristiwa ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10) malam. Dari jumlah tersebut, satu pasien tiba dalam kondisi meninggal dunia.
“Pasien dari kejadian semalam yang datang ke kita ada lima orang. Satu orang datang dengan kondisi sudah meninggal atau dead on arrival. Yang empat orang lagi, satu sudah boleh pulang, kemudian satu kita rawat setelah dioperasi dan sekarang menunggu perawatan berikutnya,” ujar Lasdo, Kamis (15/10).
Sementara itu, dua pasien lainnya membutuhkan penanganan lebih lanjut karena mengalami luka bakar berat. Keduanya memerlukan fasilitas khusus yang belum tersedia di RSU Tangsel.
“Luka bakarnya berat, sehingga memerlukan burn unit. Kemungkinan, secara medis, juga membutuhkan penanganan dokter bedah plastik,” jelasnya.
Lasdo mengungkapkan, proses rujukan kedua pasien tersebut masih berlangsung. Pihak rumah sakit berupaya mencari fasilitas kesehatan yang memiliki kapasitas perawatan dan dapat menerima pasien.
“Rujukan dicari yang kosong. Tidak bisa ditentukan ke mana, mana yang dapat menerima, itu langsung dikirim. Usaha rujukan sudah berjalan, tinggal menunggu rumah sakit yang bisa menerima. Begitu mereka menyetujui, pasien langsung diberangkatkan,” ungkapnya.
Hingga Kamis, satu pasien telah mendapatkan perawatan di ruang ICU. Sementara pasien lainnya masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena keterbatasan kapasitas ruang ICU.
Adapun satu pasien yang masih menjalani rawat inap di RSU Tangsel mengalami luka robek disertai ruptur arteri dan cedera tendon. Menurut Lasdo, kondisi tersebut masih dapat ditangani tim medis di rumah sakit setempat. Satu pasien lainnya telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyempatkan diri menjenguk para korban ledakan yang dirawat di RSU Tangsel, Kamis (15/10) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Pilar melihat langsung kondisi seluruh pasien, dan bertemu dengan keluarga. Termasuk dua korban yang mengalami luka bakar berat hingga harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas khusus. Pilar memastikan pemerintah daerah mengawal penanganan medis para korban.

Pilar juga menyampaikan duka cita atas peristiwa ledakan yang menewaskan dua orang dan menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
“Kami mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian yang terjadi semalam. Mudah-mudahan amal ibadah yang meninggal dunia diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Segala amal ibadahnya dan juga segala dosanya dihapuskan,” ujarnya.
Dia menegaskan, Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan dan RSU Tangsel berupaya memberikan pelayanan medis terbaik bagi para korban. Perhatian khusus diberikan kepada pasien dengan luka bakar berat yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami memastikan teman-teman dari Dinas Kesehatan melalui RSUD Tangsel memberikan perawatan yang terbaik kepada korban,” kata Pilar.
Menurutnya, penanganan korban dengan luka bakar berat menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan fasilitas dan dokter spesialis yang sesuai. Dia menyebut, rumah sakit dengan fasilitas khusus penanganan luka bakar berat berada di luar Tangsel, di antaranya RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan Rumah Sakit Pertamina.
“Dan tentu kami juga saat ini sedang menunggu rujukan rumah sakit, karena memang khusus untuk luka bakar berat, unit luka bakar itu di Tangerang Selatan dan sekitarnya memang tidak ada rumah sakit yang spesifik di bidang penanganan unit luka bakar, khususnya luka bakar berat,” katanya.
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel terus berkoordinasi agar kedua pasien tersebut dapat segera dipindahkan ke rumah sakit rujukan. Fasilitas dan tenaga medis khusus dibutuhkan untuk menangani luka bakar berat yang dialami para korban.
“Kita tunggu saja informasi dari rumah sakit rujukan tersebut, mudah-mudahan sesegera mungkin bisa dilakukan pemindahan pasien ke rumah sakit rujukan itu,” ujarnya.
Selain memastikan penanganan medis, Pemkot Tangsel juga mengawal pembiayaan perawatan para korban agar tidak membebani keluarga. Pilar menyebut, pembiayaan pasien di sejumlah rumah sakit diupayakan terjamin melalui BPJS Kesehatan, Universal Health Coverage (UHC), maupun BPJS Ketenagakerjaan sesuai kepesertaan masing-masing.
“Kami mengawal supaya semua korban luka ini tentu bisa ditangani secara maksimal dan juga gratis, seperti itu. Jadi tidak membebankan biaya bagi keluarga korban,” tegasnya.
Dia menambahkan, pemerintah berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya.
“Kami melakukan upaya supaya memastikan itu bisa dilakukan, ya. Jadi keluarga apa namanya berdoa ya, yang terbaik untuk keluarganya yang menjadi korban, kami melakukan upaya yang terbaik dan insyaallah mudah-mudahan tidak usah memikirkan masalah biaya,” tuturnya.

Senada dengan itu, Camat Pamulang, Mamat, turut menjenguk korban ledakan yang berdomisili di wilayahnya. Dia juga bertakziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia di Pamulang Timur.
Dari dua korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut, satu di antaranya merupakan warga Pamulang Timur. Sementara satu korban lainnya berdomisili di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Mamat mengatakan, terdapat pula satu keluarga asal Pondok Cabe Ilir yang menjadi korban saat berbelanja di Pasar Cimanggis. Keluarga tersebut terdiri dari suami, istri, dan anak.
Sang istri, Mudyawati, mengalami luka berat dan dirawat di RSUP Fatmawati. Sementara anaknya, Anasyah, mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RS Sari Asih. Adapun sang suami dilaporkan tidak mengalami luka serius.
Menurut Mamat, keluarga tersebut sempat menghadapi kendala administrasi karena kepesertaan BPJS Kesehatan yang dimiliki tidak aktif. Pihak kecamatan kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain menjenguk korban luka, Mamat juga membantu keluarga korban meninggal dunia dalam pengurusan pemakaman agar dapat dilakukan tanpa biaya.
Lebih lanjut, berdasarkan data korban yang dihimpun, para korban ledakan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Tangsel dan Jakarta.
Di RSUP Fatmawati, tiga korban luka berat yang dirawat yakni Suryanto, Bahtiar, dan Mudyawati. Sementara di RS Sari Asih, korban yang menjalani perawatan terdiri dari Anasyah, Sarmin, dan Wahyu Muhammadinno yang mengalami luka ringan, serta Darham Effendi yang mengalami luka berat.
Adapun di RSU Tangsel, Andre dan Andri tercatat mengalami luka berat. Sementara Maman dan Ade mengalami luka ringan.
Dua korban meninggal dunia masing-masing bernama Achmad Tri Prasetyo, yang meninggal di RSUP Fatmawati, dan Riko Eka Putra, yang meninggal di RSU Tangsel.
Adapun, berikut daftar lengkap nama-nama korban :
Meninggal Dunia :
1. Achmad Tri Prasetyo (Wafat - RS Fatmawati)
2. Riko Eka Putra (Wafat - RSUD Tangsel)
Luka Berat :
1. Suryanto (Luka Berat - RS Fatmawati)
2. Bahtiar (Luka Berat - RS Fatmawati)
3. Mudyawati (Luka Berat - RS Fatmawati)
4. Andre (Luka Berat - RSUD Tangsel)
5. Andri (Luka Berat - RSUD Tangsel)
6. Darham Effendi (Luka Berat - RS Sari Asih)
Luka Ringan :
1. Anasyah (Luka Ringan - RS Sari Asih)
2. Sarmin (Luka Ringan - RS Sari Asih)
3. Wahyu Muhammadinno (Luka Ringan - RS Sari Asih)
4. Maman (Luka Ringan - RSUD Tangsel)
5. Ade (Luka Ringan - RSUD Tangsel)
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




