TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kasus Muntaber Di Serpong Lagoon Bertambah Jadi 176 Orang

Satu Warga Masih Dirawat Di RS

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:30 WIB
MUNTABER. Penampakan danau sumber air warga Serpong Lagoon yang menjadi sumber bencana penyakit muntaber massal
MUNTABER. Penampakan danau sumber air warga Serpong Lagoon yang menjadi sumber bencana penyakit muntaber massal

SETU-Kasus muntaber dan diare di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, semakin banyak. Hingga Senin (19/10), warga yang terserang wabah tersebut berjumlah 176 orang.

 

Sebelumnya, di awal kasus ini mencuat ke publik, 146 warga Serpong Lagoon mengalami diare dan muntaber. Merebaknya wabah tersebut diakibatkan dari konsumsi air yang mengandung E.coli. Selama ini, warga mendapatkan air dari PT Arfa Putra Soegama dengan berlangganan.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Fitria Oriza mengatakan, data terbaru 176 orang tersebut dihimpun dari laporan warga melalui formulir daring yang disebarkan kepada pelanggan air yang dikelola PT Arfa Putra Soegama. “Per kemarin 176 orang,” ungkap Fitria saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).

 

Dia menjelaskan, pendataan dilakukan melalui tautan Google Form untuk menghimpun laporan warga yang mengalami keluhan kesehatan.

 

"Yang mengisi link warga Serpong Lagoon yang memiliki gejala, demam mual muntah mencret,” kata Fitria.

 

Jumlah laporan tersebut meningkat dibandingkan data yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Tangsel, sepekan lalu. Saat itu, warga yang dilaporkan mengalami gejala muntaber tercatat sebanyak 146 orang. Dengan demikian, jumlah laporan bertambah 30 orang.

 

Di tengah bertambahnya laporan, Fitria menyebut, masih ada satu warga yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi E. coli. Sementara, pemeriksaan kualitas air yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut masih berlangsung.

 

Dinkes Tangsel sebelumnya telah merekomendasikan warga untuk menghentikan sementara penggunaan air yang disalurkan pengelola kawasan perumahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan sembari menunggu kepastian hasil pemeriksaan kualitas air.

 

Pengelola juga diminta membersihkan instalasi pengolahan air serta melakukan pemeriksaan baku mutu air secara berkala. Setelah kasus ini mencuat, pengelola turut menyediakan air bersih dalam kemasan untuk memenuhi kebutuhan warga.

 

Fitria mengatakan, PT Arfa Putra Soegama tengah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air. Namun, hingga Selasa (20/10), Dinkes belum menerima informasi mengenai hasil pemeriksaan setelah pengelola melakukan perbaikan.

 

“Setelah mereka lakukan perbaikan, namun belum ada informasi untuk hasilnya,” tutup Fitria.

 

Di sisi lain, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus menyuplai air bersih untuk warga. Hingga saat ini, totalnya sudah 16 ribu liter air yang telah didistribusikan kepada warga Serpong Lagoon.

Komentar:
Hut kab tangerang
Epaper
ePaper Edisi 21 Oktober 2026
Berita Populer
03
MU Lirik 3 Pelatih, Siapa Pengganti Carrick?

Olahraga | 2 hari yang lalu

07
09
Stop Korupsi Dana Bencana

Nasional | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit