TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Ancaman Bom MOAB AS, Saudi Cs Pilih Diplomasi dengan Iran

Oleh: Arya MG
Editor: AY
Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:45 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama pejabat tinggi Arab Saudi, Pakistan, dan Turki dalam pertemuan empat pihak di Teheran, Senin (26/10/2026). Foto : Ist
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama pejabat tinggi Arab Saudi, Pakistan, dan Turki dalam pertemuan empat pihak di Teheran, Senin (26/10/2026). Foto : Ist

TEHERAN — Di tengah ancaman serangan Amerika Serikat menggunakan bom konvensional terbesar miliknya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan justru merapat ke Teheran. Ketiga negara mengirim pejabat tinggi untuk membahas upaya meredakan konflik Timur Tengah yang kian memanas.


Pertemuan pada Senin (26/10) itu dihadiri Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin. Mereka bertemu pejabat keamanan Iran serta Presiden Masoud Pezeshkian.


Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi antara Iran dan ketiga negara itu sejak perang meluas menyusul serangan AS-Israel. Keempat negara sepakat melanjutkan pembicaraan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional. Namun, belum ada kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik.


Diplomasi berlangsung saat laporan CBS News dan CNN menyebut militer AS menyiapkan opsi serangan menggunakan Massive Ordnance Air Blast (MOAB), bom konvensional terbesar dalam persenjataan Amerika. Target yang dipertimbangkan mencakup fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Presiden Donald Trump belum memutuskan penggunaan bom tersebut.


Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan fasilitas pemompaan minyak pada Senin. Riyadh belum mengonfirmasi klaim tersebut.


Sebelumnya, serangan di bandara pada 10 Oktober dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.


Pertemuan di Teheran mencerminkan upaya negara-negara kawasan mencegah konflik meluas, terutama karena perang berpotensi mengganggu keamanan energi. Namun, jalan menuju perdamaian masih terbuka lebar selama Washington mempertahankan opsi militer dan belum tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit