Dindikbud Tangsel Matangkan Persiapan PAUD 2027, Sekolah Dibekali Aturan dan Tata Kelola
SERPONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mematangkan persiapan program pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk 2027. Salah satunya melalui sosialisasi Asistensi Murni 2027 yang bertujuan menyamakan pemahaman satuan pendidikan mengenai kebijakan, administrasi, dan tata kelola program.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Galeri UMKM Kota Tangsel, Selasa (27/10). Sosialisasi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PPNF) Dindikbud Tangsel, Rizkia Fitria, serta diikuti kepala sekolah, guru, dan operator satuan PAUD.

Rizkia mengatakan, sosialisasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan satuan PAUD agar dapat menjalankan program tahun mendatang sesuai ketentuan. Pemahaman yang baik mengenai regulasi dan administrasi diperlukan agar pelaksanaan program berjalan tertib, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh satuan PAUD memahami kebijakan dan ketentuan Asistensi Murni 2027. Pendampingan ini penting agar sekolah memiliki kesiapan yang baik, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan program, sehingga tata kelola pendidikan semakin berkualitas,” ujar Rizkia.
Untuk menjangkau peserta secara menyeluruh, kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi diikuti perwakilan satuan PAUD dari Kecamatan Pondok Aren, Ciputat, dan Ciputat Timur. Sementara sesi siang dihadiri peserta dari Kecamatan Serpong, Serpong Utara, Setu, dan Pamulang.
Dindikbud Tangsel menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Inspektorat Kota Tangsel. Kedua narasumber memberikan materi sesuai bidang masing-masing untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menyambut program tahun depan.
Materi dari Kemendikdasmen mencakup arah kebijakan dan regulasi terkait program PAUD 2027. Adapun Inspektorat Tangsel memberikan pembekalan mengenai pengawasan, akuntabilitas, serta tata kelola administrasi dan keuangan sekolah agar pelaksanaannya transparan dan sesuai ketentuan.
Menurut Rizkia, kesamaan pemahaman di antara kepala sekolah, guru, dan operator menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Ketiga unsur tersebut memiliki peran dalam memastikan administrasi dan pelaksanaan program di satuan pendidikan berjalan sesuai aturan.
“Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan Asistensi Murni 2027. Dengan begitu, satuan PAUD di tujuh kecamatan bisa mempersiapkan kebutuhan program sejak awal dan menjalankannya secara tertib serta bertanggung jawab,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Dindikbud Tangsel berharap seluruh satuan PAUD memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menyongsong program dan anggaran 2027. Pembekalan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan anak usia dini agar pelaksanaan program berlangsung efektif, transparan, dan sesuai ketentuan.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 11 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




