MBG Serap 1,3 Juta Pekerja, Lahirkan 154 Ribu Pengusaha Baru
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak Indonesia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam kurun waktu 1 tahun 9 bulan, program ini diklaim telah menyerap 1,3 juta tenaga kerja dan melahirkan 154 ribu pengusaha baru.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bukti bahwa belanja negara dapat memberikan dampak langsung bagi pemberdayaan masyarakat, terutama kelompok miskin.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, sebanyak 1,3 juta warga miskin kini bekerja melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Capaian tersebut diraih dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“BGN ini mengubah cara kerja APBN agar mempercepat penyerapan tenaga kerja. Alhamdulillah, 1,3 juta warga miskin langsung bekerja di BGN. Ini terserap dalam waktu sangat cepat,” kata Cak Imin dalam acara penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Selain membuka lapangan kerja, program MBG turut menciptakan peluang usaha melalui rantai pasok bahan pangan hingga distribusi makanan. Cak Imin menyebut, ekosistem ekonomi yang terbentuk dari program tersebut telah melahirkan 154 ribu pengusaha baru.
“BGN telah membangun ekosistem ekonomi dalam waktu yang sangat cepat. Sebanyak 154 ribu pengusaha baru lahir,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ia menegaskan, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari mendorong investasi, membuka peluang usaha, hingga memperkuat kemandirian ekonomi.
Di sisi lain, Cak Imin memaparkan perkembangan penanganan kemiskinan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyebut tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sementara 1,1 juta penduduk diklaim telah keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.
“Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem bisa mencapai nol pada akhir 2026,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 430 ribu orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Data itu tercantum dalam Berita Resmi Statistik Nomor 80/08/Th. XXIX tentang Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2026, yang diterbitkan pada 5 Agustus 2026 berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Sementara itu, BGN dalam laporan pada 22 Mei 2026 mencatat program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu




