Disnaker Lebak Tawarkan Eks Karyawan PWI 6 Ikuti Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan
LEBAK - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak menawarkan program pelatihan keterampilan dan kewirausahaan sebagai bekal kepada ribuan karyawan PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Tujuannya agar para mantan karyawan PT PWI 6 ini masih memiliki peluang penghasilan.
Kepala Disnaker Kabupaten Lebak, Dedi Lukman mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) agar para karyawan PT PWI 6 yang terkena PHK bisa mengikuti pelatihan keterampilan atau kewirausahaan.
“Kami mencoba jemput bola ke Kementerian Ketenagakerjaan melalui balai pelatihan vokasi dan produktivitas. Harapannya, mereka bisa memperoleh pelatihan keterampilan atau kewirausahaan sehingga setelah terkena PHK tetap memiliki peluang untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Dedi usai menerima perwakilan serikat pekerja PT PWI 6, yakni Garteks dan Serikat Pekerja Nasional (SPN), di Kantor Disnaker Lebak di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (28/10/2026).
Pihaknya meminta serikat pekerja untuk mendata pekerja yang berminat mengikuti pelatihan, sebab kuota pelatihan untuk tahun ini masih tersedia. “Kuota untuk tahun ini kebetulan tersedia. Makanya, hari ini kami mengundang serikat pekerja untuk mendata siapa saja yang mau mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Disnaker Lebak menegaskan, jenis pelatihan tidak ditentukan sepihak. Peserta diberi kebebasan memilih bidang sesuai minat dan kebutuhan pasar. “Pelatihannya tergantung kepada mereka. Apa saja yang mereka mau, nanti kita fasilitasi. Misalnya, tata boga, membuat kue, rias pengantin, atau make up,” kata Dedi.
Dedi menjelaskan, dari total 1.300 korban PHK, kepesertaan pelatihan akan disesuaikan dengan minat dan kuota. Jika peminat membludak, pelaksanaan akan dilakukan bertahap. Sebab, satu rombongan belajar (rombel) maksimal hanya menampung 32 orang. “Kalau mereka berminat mengikuti pelatihan, akan kami upayakan sesuai kuota yang tersedia. Kalau semuanya ingin ikut, bisa dilaksanakan secara bertahap karena satu rombongan belajar maksimal 32 orang,” katanya.
Setelah pendataan rampung, Disnaker akan mengajukan usulan resmi ke Kemnaker. Dedi berharap program sudah bisa berjalan pada November 2026 dan selesai paling lambat minggu pertama Desember 2026. “Mudah-mudahan pada November sudah bisa direalisasikan, karena paling lambat minggu pertama Desember harus selesai,” ucapnya.
Melalui pelatihan ini, Disnaker berharap korban PHK tidak hanya bergantung pada peluang kembali bekerja di pabrik, tetapi juga memiliki alternatif untuk membangun usaha mandiri dan memperkuat kemandirian ekonomi.(*)
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




