Opening Ceremony Porprov Dipersiapkan Jadi Pesta Rakyat
Ada Pawai Obor, Tarian Kolosal & Libatkan UMKM
CIPUTAT-Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan dipusatkan di Lapangan Sunburst BSD. Opening ceremony itu dipersiapkan menjadi pesta rakyat yang memadukan olahraga, seni, hiburan, dan ekonomi kreatif.
Pembukaan Porprov di lapangan terbuka, bukan di stadion ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah pelaksanaan Porprov Banten. Sejumlah daerah lain yang pernah menjadi tuan rumah melangsungkan pembukaan dan penutupan event tersebut di stadion.
Seperti Kota Tangerang melangsungkannya di Stadion Benteng Reborn, Kota Serang di Stadion Maulana Yusuf, dan Kabupaten Lebak di Stadion Pasir Ona.
Di Kota Tangsel sebenarnya ada stadion yang bisa dipakai untuk prosesi pembukaan dan penutupan Porprov yakni, di stadion yang terdapat di Kodiklat TNI, di Buaran, Kecamatan Serpong. Tapi, Kota Tangsel memilih melakukannya di Lapangan Sunburst BSD
Sebagai tuan rumah Porprov VII Banten, Kota Tangsel menyiapkan pertunjukan menarik untuk menyemarakkan opening ceremony di Lapangan Sunburst BSD. Mulai dari tarian kolosal, penampilan paduan suara, keterlibatan komunitas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga atraksi terjun payung yang menjadi salah satu suguhan istimewa dalam pembukaan pesta olahraga terbesar di Provinsi Banten tersebut.
Tak hanya itu, kemeriahan juga akan diawali dengan pawai obor yang melintasi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kirab tersebut nantinya berakhir di Kota Tangsel dan obor akan dinyalakan sebagai bagian dari prosesi pembukaan Porprov VII Banten.
Ketua PB Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan mengatakan, konsep pembukaan sengaja dirancang berbeda dengan melibatkan masyarakat secara luas. Perayaan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi atlet dan ofisial kontingen, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kemeriahan pesta olahraga.
"Kegiatan opening ini adalah kegiatan kita semua, karena sejatinya kegiatan Porprov bukan hanya milik masyarakat Tangsel, tapi milik masyarakat Provinsi Banten," ujar Pilar, usai rapat koordinasi akhir bersama KONI Provinsi Banten dan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Banten di Puspemkot Tangsel, Rabu (4/11).
Menurutnya, panitia telah mendata dan mengajak berbagai komunitas, pelaku UMKM, kelompok ekonomi kreatif, hingga para seniman untuk terlibat. Pertunjukan seni juga akan memberikan ruang bagi talenta lokal untuk tampil dalam perhelatan tersebut.
Di antaranya tarian kolosal yang melibatkan seniman dan anak-anak Tangsel serta penampilan paduan suara Svara Nusantara. Seluruh rangkaian hiburan itu diharapkan menjadikan pembukaan Porprov lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Jadi bukan hanya saja untuk kontingen yang insya Allah datang sekitar 10.000 orang, baik itu atlet maupun official, tapi ini dibuka untuk masyarakat luas. Kita juga melibatkan banyak sekali UMKM, lalu kita melibatkan berbagai macam organisasi, komunitas-komunitas, termasuk para seniman, musisi, dan lain sebagainya," jelasnya.
Pilar menambahkan, atraksi terjun payung disiapkan sebagai pembeda dalam opening ceremony Porprov kali ini. Pertunjukan tersebut direncanakan berlangsung pada pagi hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kecepatan angin agar pelaksanaannya berjalan aman.
Sementara, pawai obor akan dilaksanakan di masing-masing kabupaten dan kota di Banten. Seluruh rangkaian kirab tetap berada dalam koordinasi PB Porprov hingga akhirnya obor dibawa ke Tangsel untuk menjadi bagian dari prosesi pembukaan.
"Jadi pawai obor ini keliling obor semua kota-kabupaten yang ujungnya akan kembali ke Kota Tangerang Selatan, dan nanti akan dinyalakan pada saat pembukaan Porprov," ungkapnya.
.Pilar menjelaskan, seluruh bidang telah memaparkan perkembangan persiapan, mulai dari pertandingan, keabsahan atlet, transportasi, kesehatan, konsumsi, logistik, sarana dan prasarana hingga kebersihan. Sejumlah masukan dari KONI Banten dan Panwasrah menjadi bahan untuk mempertajam persiapan menjelang hari pelaksanaan.
Dia menegaskan, tidak ada bidang yang mendapat perhatian lebih dibandingkan lainnya. Sebab, seluruh unsur kepanitiaan memiliki keterkaitan dan menentukan keberhasilan penyelenggaraan Porprov, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga setelah kegiatan berakhir.
"Saya rasa seluruh bidang ini adalah prioritas. Tidak ada satu pun yang ditinggalkan, tidak menjadi prioritas karena semua bidang yang ada dalam PB Porprov ini saling keterkaitan satu sama lain. Jadi kesuksesan Porprov ini ya semua bidang sukses dalam penyelenggaraan, persiapan, maupun pasca daripada Porprov itu sendiri," tegasnya.
Dari hasil evaluasi bersama, Pilar menyebut, kesiapan keseluruhan penyelenggaraan Porprov VII Banten telah mencapai sekitar 90 persen. Panitia kini memfokuskan perhatian pada sejumlah hal teknis yang masih perlu disempurnakan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
"Sejauh ini yang disampaikan oleh bidang-bidang terkait, persiapannya sudah matang. Tinggal ada beberapa hal minor yang perlu kita tajamkan lagi, tadi mendapat masukan dari KONI Banten, khususnya Panwasrah. Insya Allah siap untuk pelaksanaan teknis pada hari H," katanya.
Sementara, Ketua KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid mengapresiasi kesiapan Tangsel sebagai tuan rumah. Menurutnya, Porprov VII Banten memiliki catatan tersendiri karena mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor). Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Porprov di Provinsi Banten.
"Sepanjang sejarahnya Provinsi Banten berdiri, Porprov ketujuh menggelar perhelatan cabor paling terbanyak. Jadi akan digelar nanti perhelatannya dari tanggal 15 sampai tanggal 23 dan itu akan dipertandingkan 60 cabor yang luar biasa," ujarnya.
Agus menilai, keseriusan panitia dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan terlihat dari koordinasi dan evaluasi yang terus dilakukan bersama KONI Banten. Dia optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Selain menyukseskan penyelenggaraan, Agus berharap Porprov VII Banten mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat memperkuat kontingen Banten pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Pasalnya, hasil Porprov akan menjadi salah satu bahan evaluasi pembinaan atlet daerah sebelum memasuki babak kualifikasi atau Pra-PON pada 2027.
"Harapan saya, di Porprov ini bisa melahirkan atlet-atlet yang memang hebat. Karena kelahiran dari Porprov ini juga kita akan gunakan nanti pada Pekan Olahraga Nasional yang akan dilaksanakan di NTT-NTB. Atlet-atlet yang bertanding di sini juga bisa mempertahankan Provinsi Banten nanti di perhelatan PON," pungkasnya.(rmn)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



