Ukir Prestasi di Arena Kompetisi, Tangsel Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk Ratusan Insan Olahraga Berprestasi
SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan penghargaan kepada ratusan insan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah dalam berbagai ajang kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Sebanyak 299 atlet, 47 pelatih, dan 54 asisten pelatih menerima apresiasi berupa penghargaan dan uang pembinaan dengan total anggaran mencapai Rp1,7 miliar.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Gedung Yos Sudarso Kodiklat TNI, Serpong, Jumat (6/11). Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan para atlet dan tenaga kepelatihan yang telah membawa prestasi bagi Kota Tangsel.
Benyamin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap kerja keras, kedisiplinan, pengorbanan, serta dedikasi insan olahraga. Menurutnya, keberhasilan meraih prestasi tidak terlepas dari peran banyak pihak, terutama pelatih dan asisten pelatih yang mendampingi atlet selama proses pembinaan.
"Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, asisten pelatih, dan seluruh insan olahraga yang telah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional dan tingkat provinsi," ujarnya.
Dia menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh membuat para penerima cepat berpuas diri. Sebaliknya, apresiasi yang diberikan diharapkan menjadi tambahan motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya.
Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Benyamin, akan terus mendukung kemajuan olahraga melalui pembinaan berkelanjutan serta memperkuat sinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, disiplin, pengorbanan, serta dedikasi dalam membangun prestasi olahraga, sekaligus mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan," katanya.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Saidun, menjelaskan, penerima penghargaan berasal dari berbagai cabang olahraga yang berkompetisi di tingkat provinsi dan nasional. Mereka terdiri atas 299 atlet, 47 pelatih, serta 54 asisten pelatih.
Menurutnya, pemberian penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga. Terlebih, Tangsel akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang menjadi ajang penting bagi para atlet untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Penghargaan hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan bentuk penghormatan atas kerja keras yang telah dilakukan, sekaligus awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi," ungkapnya.
Saidun berharap, apresiasi tersebut dapat memperkuat semangat para atlet dan tenaga kepelatihan untuk terus meningkatkan kualitas serta kemampuan. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), dan seluruh organisasi olahraga.
Salah seorang atlet penerima penghargaan, Anggit Tyas Putri (16), mengaku senang mendapatkan apresiasi atas prestasinya di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banten. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Tangsel asal Kecamatan Setu tersebut turun pada cabang olahraga atletik nomor lempar lembing dan tolak peluru.
Anggit mengaku, penghargaan berupa uang pembinaan menjadi penyemangat tambahan untuk meningkatkan intensitas latihan. Dia bahkan telah memasang target meraih dua medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) mendatang.
"Senang banget. Dengan bonus ini aku bisa lebih semangat dan termotivasi lagi. Pastinya latihan juga akan ditingkatkan. Target berikutnya di Popprov, aku ingin meraih dua medali emas," tuturnya.
Dia berencana memanfaatkan uang pembinaan tersebut untuk membeli vitamin dan perlengkapan penunjang latihan. Menurutnya, dukungan yang diberikan pemerintah menjadi dorongan untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Anggit juga menceritakan pengalamannya saat bertanding di Popda. Meski sempat merasa gugup ketika berhadapan dengan atlet dari daerah lain, dia berusaha menjaga mental dan fokus agar bisa memberikan hasil terbaik.
"Pas masuk lapangan sebenarnya nervous melihat lawan-lawan. Tapi dengan mental yang berani, aku bisa menghadapinya. Ini juga berkat bantuan Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 9 jam yang lalu
PORPROV 2026 | 22 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



