TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Duel Airin Dan Iti

Simbol Feminisme Banten

Laporan: AY
Selasa, 13 Desember 2022 | 11:39 WIB
Airin Rachmi Diany dan Iti Octavia Jayabaya. (Ist)
Airin Rachmi Diany dan Iti Octavia Jayabaya. (Ist)

SERANG - Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Banten 2024 diprediksi bakal seru dan dinamis. Dua srikandi yang berpotensi bertarung di Tanah Jawara, sama-sama memiliki basis massa dan sebaran kekuatan yang cukup merata.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas me­nilai, gelaran Pilkada Provinsi Banten akan diikuti oleh dua perempuan kuat dari partai berbe­da. Mereka adalah srikandi Partai Golkar Airin Rachmi Diany dan srikandi Partai Demokrat Iti Octavia Jayabaya.

“Keduanya memiliki pengalaman yang sama sebagai kepala daerah di wilayah Provinsi Banten. Kemampuan mereka juga tidak diragukan lagi untuk bisa naik ke level berikutnya,” ujar Fernando melalui keterangan­nya, kemarin.

Menurut dia, Provinsi Banten merupakan salah satu basis kekuatan atau lumbung suara Partai Golkar. Namun, lanjut dia, kekuatan Partai Demokrat di provinsi tersebut juga tak bisa dianggap enteng, bahkan bisa menandingi.

"Karenanya, jika duel itu ter­jadi dalam Pilkada Banten 2024, tentu akan menarik. Meski Airin disebut-sebut memiliki peluang lebih besar dibandingkan Iti Octavia Jayabaya, hal tersebut masih sangat dinamis, karena semua tergantung pilihan ma­syarakat,” jelas dia.

Lebih lanjut, Fernando mengatakan, peluang Iti untuk terus mengembangkan sayapnya masih terbuka lebar. Sebab, masa jabatannya sebagai Bupati Lebak akan berakhir pada Tahun 2023, sementara Airin sudah mengakhiri masa jabatan se­bagai Wali Kota Tangerang Selatan pada Tahun 2021 lalu.

Menurut dia, jaringan keke­luargaan yang dimiliki Airin di Provinsi Banten akan membuat peluangnya menjadi lebih besar. Namun, kelebihan atau kekuatan jaringan keluarga yang dimiliki Airin juga memiliki sejumlah catatan.

“Misalnya, kasus suaminya yang terlibat dalam kasus ko­rupsi. Jadi, perlu ada upaya untuk meyakinkan masyara­kat, Airin mampu menjalankan pemerintahan yang bebas dari korupsi,” jelas dia.

Fernando menambahkan, ma­suknya nama Airin dan Iti dalam bursa Calon Gubernur Banten sangat menarik. Masuknya kedua nama tersebut, lanjut dia, menjadikan Banten sebagai dae­rah yang masyarakatnya tidak alergi terhadap kepemimpinan perempuan, sekaligus menun­jukkan, perempuan Banten me­miliki potensi dan kemampuan yang mumpuni dalam kepemimpinan daerah.

“Keduanya layak dan pantas mendapat kesempatan untuk menjabat sebagai Gubernur Banten. Secara kualitas, mereka juga memiliki kemampuan sama, yakni sama-sama berpengalaman sebagai kepala dae­rah. Artinya, mereka tinggal menunggu keputusan partai poli­tik tempat keduanya bergabung. Apakah akan menjatuhkan pili­han untuk mengusung atau tidak pada Pilkada mendatang,” tandasnya.

Sumber berita rm.id :

https://rm.id/baca-berita/pilkada/152763/duel-airin-dan-iti-simbol-feminisme-banten

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo