TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Sebut Ada Lagi Partai Gabung KIR

Prabowo Dituding Gimmick

Laporan: AY
Rabu, 25 Januari 2023 | 09:17 WIB
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Ist)
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Ist)

JAKARTA - Sekalipun Partai Gerindra dan PKB telah mendirikan Sekretariat Bersama (Sekber) pemenangan pemilu, secara terbuka, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut, tengah berkomunikasi dengan partai lain, khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Apakah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang diga­gas dua partai itu akan dapat tam­bahan kekuatan? Mungkinkah PKS lepas dari Koalisi Peruba­han yang dibentuk bersama Partai NasDem dan Demokrat? Apalagi jika cawapres mereka tidak diakomodir oleh koalisi?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, pernyataan Prabowo akan ada partai lain yang bakal merapat ke KIR, hanya komunikasi politik lum­rah untuk meningkatkan posisi tawar politik. Agar terlihat seolah diminati partai lain.

“Bisa jadi hanya gimmick supa­ya muncul kesan koalisi Gerindra dan PKB diminati partai lain,” kata Adi dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Gimmick semacam ini sah dan lumrah. Seperti halnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beberapa kali mengklaim akan ada partai politik bergabung ke gerbongnya.

Menurut Adi, kemungkinan koalisi-koalisi ini pecah masih ada. Namun, saat ini kecenderungannya koalisi makin solid. Karena toh buktinya belum ada partai yang keluar dan bergabung dari komposisi yang ada saat ini.

“Misal KIB, belum ada tanda-tanda mereka bubar. Demikian juga Koalisi NasDem, PKS dan Demokrat. PDI Perjuangan, masih wait and see,” terangnya.

Selain itu, dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, KIR sama dengan koalisi lainnya belum fix betul. Dia menilai, dibentuknya Sekber Gerindra-PKB dinilainya untuk memperpanjang nafas ne­gosiasi politik kedua partai.

Prabowo, kata Adi, ingin terus menyakinkan PKB akan men­jadikan Muhaimin Iskandar se­bagai cawapres. Sekber ini juga untuk membantah keduanya belum solid karena persoalan cawapres yang belum sepakat dan diumumkan ini.

Beberapa waktu lalu, elite PKB kan membuka ruang ber­gabung dengan koalisi lain. Sek­ber ini ingin bilang, keduanya solid dan serius. Minimal capresnya sudah oke,” tandasnya.

Sebelumnya, saat meresmikan Sekber bersama PKB, Prabowo angkat bicara soal isu ada partai yang akan bergabung. Prabowo menyebut, koalisinya membangun komunikasi dengan partai lain termasuk PKS.

“Ini awalan yang jelas terhadap partai kebangsaan yang agamis, partai agamis yang kebangsaan. Kami yakin nanti logonya tidak hanya dua partai. Semua partai kita komunikasi, kita mengang­gap semua partai sahabat. Tentu, pasti dong, namanya demokrasi harus komunikasi politik,” ujar Prabowo, Senin (23/1).

Prabowo juga menegaskan, koalisi Gerindra-PKB semakin kompak dan solid.

“Sekber ini bukti kerja sama kita solid, optimisme kita tinggi, kita akan maju bersama membela kepentingan rakyat,” tandas dia

Sedangkan Ketum PKB, Mu­haimin Iskandar menegaskan, keduanya sudah saling percaya.

"Sehingga sangat lengkap lagi akan disusul partai-partai yang bergabung untuk Indonesia adil, makmur, dan sejahtera. Mohon doanya kepada seluruh kiai, ula­ma, tokoh masyarakat, bekerja sama dalam Sekretariat Bersama, Sekber,” ujar Cak Imin.

Sekretaris Jenderal Partai Ger­indra, Ahmad Muzani menung­kapkan ada beberapa partai di Senayan atau di DPRyang saat ini berkomunikasi dengan Gerin­dra dan PKB terkait koalisi dalam Pilpres 2024.

"Tentu masih me­merlukan waktu menghadapi ko­munikasi yang lebih intens. Tapi dalam hari dan minggu-minggu ke depan saya kira pembicaraan ini akan semakin terbuka. Ya tidak baik untuk kita sebutkan, pokoknya partai Senayan,” kata Muzani saat ditanya secara spesi­fik apa partai yang berkomunikasi intens dengan mereka.

Apa tanggapan PKS? Apakah akan pindah gerbong jika calon­nya tidak diakomodir seba­gai cawapres dalam Koalisi Perubahan? Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan, Koalisi Perubahan kian solid. Malah, rencananya segera de­klarasi sekitar bulan Februari.

“Segera disepakati bersama, deklarasi juga bersama. Siapa pun jika hasil musyawarah akan berkah,” ungkap Mardani dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.

Sekretaris Jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsy menegaskan, pihaknya tidak masalah jika bakal cawapresnya bukan dari PKS. Yang penting, cawapres cocok dengan capres yang diusung.

“Nggak masalah, pokoknya calonnya pas dengan presiden dan pas dengan kesepakatan kita. Yang penting nanti dimusyawarahkan, yang baik dan positif,” ujarnya. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo