TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Pertemuan SBY Prabowo Picu Spekulasi Akankah Demokrat Main Mata Dengan Gerindra

Mikhael Sinaga: Tak Mungkin Ahy Jadi Cawapresnya Prabowo

Laporan: AY
Rabu, 24 Mei 2023 | 11:46 WIB
Mikhael Sinaga Jubir DPP PKB. Foto : Ist
Mikhael Sinaga Jubir DPP PKB. Foto : Ist

JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur menimbulkan spekulasi beragam.

Ada yang mengira, pertemuan mereka untuk membahas koalisi. Karena, Prabowo sedang berupaya memperbesar koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Yakni, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tak mempermasalahkan jika partai berlambang segitiga mercy itu bergabung ke KKIR.

"Kami harus welcome, karena semakin banyak partai akan semakin bagus," kata Cak Imin di kegiatan Sosialisasi Desa Cerdas di Unisma Malang, Jawa Timur, Minggu (21/5/2023).

Jika Demokrat bergabung akan memperkuat koalisi yang telah dibangun Gerindra dengan PKB untuk menghadapi Pilpres 2024.

Juru Bicara DPP PKB, Mikhael Sinaga mengakui, komunikasi yang dibangun Gerindra atau PKB dengan partai lain, dalam rangka memperluas koalisi.

"Karena koalisi KIR itu didesain tidak hanya dua partai, tapi mengajak partai lain di luar koalisi PKB-Gerindra," kata Mikhael.

Namun, Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menyatakan, partainya masih setia dan berkomitmen dengan Koalisi Perubahan.

"Bahkan, Ketum Demokrat Mas AHY secara terbuka menyampaikan ke publik terkait komitmen dan konsistensi kami dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan," tegasnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Mikhael Sinaga mengenai hal ini.

Prabowo bertemu dengan SBY. Bagaimana respons PKB?

Tidak ada yang salah tentang perte­muan itu. Karena, pertemuan dengan partai politik lain itu, untuk membe­sarkan Koalisi KIR (Kebangkitan Indonesia Raya)

Anda tidak mengkhawatirkan per­temuan Prabowo dengan SBY itu?

Kami justru mengapresiasi Pak Prabowo yang aktif membangun dialog dengan berbagai tokoh partai.

Misalnya, dengan Pak SBY dari Par­tai Demokrat itu.

Apakah Anda yakin tidak kha­watir?

Yakin, karena Koalisi KIR didesain tidak hanya dua partai, tapi mengajak partai lain untuk ikut bergabung.

Demokrat kan sudah bergabung dengan Koalisi Perubahan....

Kalau di sana (Koalisi Perubahan) kurang cocok, misalnya, atau terlalu lama mengambil keputusan, lalu mungkin lebih cocok dengan ko­alisi kami, Demokrat bisa bergabung. Makanya, kami membuka dialog seperti itu.

Apakah PKB tidak khawatir jika AHY yang jadi cawapresnya Prabowo?

Itu tidak mungkin. Karena, tidak ada agenda Prabowo akan membuat koalisi baru. Prabowo mengajak partai lain untuk bergabung dengan Koalisi KIR.

Anda tidak khawatir Gerindra ke lain hati?

Kami tidak khawatir, karena koalisi ini komitmennya yang paling bagus dan kuat jika dibandingkan dengan koalisi yang lain.

Apa buktinya?

Kami sudah menandatangani pia­gam koalisi. Jadi, komitmen Prabowo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah kuat. Tidak ada yang namanya curi-curi untuk selingkuh. Di koalisi ini, kami bukan cari selingkuhan. Tetapi, untuk membesarkan keluarga Koalisi KIR. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo