TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ekor Jas Kurang Ngefek

KPP Bakal Gencar Safari Bersama Anies

Laporan: AY
Rabu, 24 Mei 2023 | 12:01 WIB
Ketua Bapilu DPP Nasdem Effendi Choirie Foto ; Ist
Ketua Bapilu DPP Nasdem Effendi Choirie Foto ; Ist

JAKARTA - Pencapresan Anies Baswedan dinilai kurang memberi dampak efek ekor jas kepada partai pengusungnya yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Hal ini diketahui dari survei teranyar Litbang Kompas.

Menanggapi hal ini, Ketua Bappilu Partai Nasional De­mokrat (NasDem) Effendi Choi­rie mengaku tak risau. “Tidak akan menggoyahkan pencapresan Anies,” kata pria yang akrab disa­pa Gus Choi ini dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup) kemarin.

Dikatakan, hasil survei amat dinamis dan fluktuatif. Sehingga dia meyakini, seiring berjalan­nya waktu, apalagi dengan se­makin intensnya sosialisasi dan kampanye bersama Anies, suara NasDem Cs akan meningkat.

“Anies ini sangat positif untuk partai pengusung. Jadi ‘berkah’-nya ya nanti, bukan sekarang. Nanti saat Pemilu,” tegasnya.

Meski Anies berkontribusi dalam menambah suara partai, na­mun, Gus Choi tetap mengingatkan para Caleg NasDem bekerja keras.

“Bersamaan mendapat berkah pencapresan Anies, para caleg juga harus kerja keras supaya NasDem bisa dapat kursi setiap dapil. Dapil DPR RI ada 84. Insya Allah NasDem dapat kursi lebih dari itu, sekitar 100 kursi. Tentu dengan strategi berlapis, sambil berdoa dan atas izin, qud­rat dan irodat Allah,” harapnya.

Seperti diketahui, survei Lit­bang Kompas yang dilakukan 29 April-10 Mei 2023 menunjuk­kan penurunan elektabilitas Par­tai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. Angka elektabilitas NasDem 6,3 persen. Turun dari survei Januari yang tercatat 7,3 persen. Elektabilitas Demokrat meraih 8 persen pada survei Mei. Turun dibandingkan survei sebelumnya 8,7 persen. Adapun PKS turun 1 persen, yakni dari 4,8 persen di Januari menjadi 3,8 persen pada Mei.

Terpisah, Ketua DPP PKS, Ahmad Mabruri mengungkap­kan, kampanye partai koalisi bersama Anies belum terlalu intens dilakukan. Dia pun yakin, setelah Anies rajin berkeliling bersama, elektabilitas partai akan ikut terkerek. “Dengan PKS akan safari awal Juni. Insya Allah akan meningkat,” yakinnya.

Sedangkan, pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin me­lihat, stagnannya suara partai pengusung Anies Baswedan disebabkan banyak hal. Per­tama, Anies belum terlampau intens safari bersama NasDem, Demokrat, dan PKS.

“Sehingga berkah Anies be­lum terlalu terasa sampai saat ini,” kata Ujang kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup) kemarin.

Namun begitu, hasil Survei ini harus jadi catatan dan evaluasi. Sebab, bagaimana pun, gambar Anies sudah terpampang dalam berbagai alat peraga ketiga par­tai. Catatan ini khususnya bagi PKS dan Demokrat.

“Artinya upaya untuk mengatakan Anies adalah capres mereka, kurang maksimal,” saran Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Alasan berikutnya, sebenarnya segmentasi pemilih Anies hanya di ceruk tertentu. Pemilih Anies stagnan di kelompok Is­lam kanan dan akademisi.

Anies, lanjutnya, kurang dapat meraih suara di kelompok nasionalis serta kelompok Islam moderat yang jumlahnya massif.

“Sementara, basis suara Anies itu, sudah terbukti dalam pe­milu sebelumnya, jumlahnya tak signifikan. Anies mesti dapat pendamping yang bisa menam­bal kekurangan di suara kaum nasionalis dan Islam tengah,” tandasnya. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo