TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Erick: Laba Bank BUMN Moncer, Bukti Nyata Keberhasilan Transformasi

Oleh: HES/AY
Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Instagram)
Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Instagram)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir angkat jempol atas performa kinclong bank-bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di sepanjang semester I 2022.

Di tengah tantangan perekonomian global, Erick menyebut keempat bank negara menunjukan kinerja yang impresif.

Hal ini terlihat dari capaian laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang menyentuh Rp 24,88 triliun di sepanjang semester I 2022. Atau tumbuh 98,38 persen secara year on year (yoy).

Laba bersih Bank Mandiri melonjak hingga 61,7 persen yoy atau sebesar Rp 20,2 triliun pada semester I 2022.

Sementara BTN, sukses membukukan laba sebesar Rp 1,06 triliun. Atau naik 49,19 persen yoy dari angka tahun lalu, yang tercatat Rp 716,44 miliar.

Sedangkan BNI, pada periode yang sama, labanya naik 75 persen dari Rp 5 triliun pada tahun lalu, menjadi Rp 8,8 triliun.

"Kalau kita lihat, pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital yang dilakukan BNI, mampu menghasilkan pre-provisioning operating profit (PPOP) atau pendapatan operasional sebelum pencadangan, yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI. Tentu ini pencapaian yang begitu luar biasa dari bank-bank kebanggaan negeri," ujar Erick di Jakarta, Sabtu (29/7).

Melesatnya laba bersih bank-bank BUMN, menjadi bukti bahwa transformasi yang dijalankan para direksi dan komisaris, berkontribusi besar dalam peningkatan kinerja.

Transformasi, baik dari proses bisnis hingga digitalisasi, membuat cara kerja perbankan BUMN menjadi lebih efisien.

Hal ini terlihat dari turunnya biaya operasional, beban dana yang terjaga, dan kualitas kredit yang terus membaik.

"Alhamdulillah, berkat transformasi dan digitalisasi, bank-bank BUMN bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Hasilnya, bisa kita saksikan bersama-sama saat ini," lanjut pria kelahiran Jakarta 30 Mei 1970 ini.

Erick menyebut, capaian Himbara juga berangkat dari komitmen refocusing terhadap kegiatan bisnis yang memiliki segmentasi berbeda.

BRI, misalnya. Diplot sebagai bank rakyat yang fokus dalam pembiayaan untuk UMKM dan masyarakat pedesaan. Sementara Bank Mandiri, menggarap sektor korporasi dan UMKM yang ada di perkotaan.

BTN tetap pada core business di sektor perumahan. Sedangkan BNI, menjadi bank internasional dengan segmentasi kepada diaspora, pekerja migran, dan sektor ekspor.

Selain itu, Erick juga meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi rumah bagi pengembangan ekosistem industri halal Indonesia.

"Jadi, tidak ada lagi cerita antarbank BUMN rebutan nasabah. Sudah nggak zamannya lagi. Ini waktunya kolaborasi. Bukan lagi jalan sendiri-sendiri," kata Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Erick menilai, pertumbuhan kinerja tidak hanya memiliki sisi positif bagi bank-bank BUMN, melainkan juga berdampak luas bagi bangsa dan masyarakat.

Keuntungan yang meningkat, tentunya akan semakin mendorong kontribusi bank BUMN untuk negara. Baik dalam bentuk pajak, dividen, atau bagi hasil.

Erick berharap, tren kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun.

"Kalau pada tahun buku 2021, negara mendapatkan setoran dividen mencapai Rp 24,56 triliun dari bank-bank BUMN, kita optimistis dividen untuk 2022 akan jauh lebih besar. Dengan pemasukan ini, pemerintah akan lebih masif lagi dalam menyalurkan ke program-program kerakyatan, untuk mengakselerasi pemulihan perekonomian nasional," papar Erick.

Pembiayaan UMKM

Mantan Presiden Inter Milan itu menugaskan Himbara untuk fokus membantu pemerintah, dalam meningkatkan akses pembiayaan terhadap sektor UMKM.

Proporsi pembiayaan UMKM yang saat ini bertengger di angka 20 persen, masih tertinggal dibanding Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 50 persen.

"Himbara ini tumpuan utama pemerintah dalam menggenjot peningkatan pembiayaan untuk UMKM. Hingga saat ini, kontribusi KUR Himbara terhadap KUR nasional sudah mencapai Rp 260 triliun, dari total KUR Rp 282 triliun. Artinya, 92,4 persen datang dari Himbara. Ini yang akan terus kita dorong," beber Erick. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo