TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Saksikan Banyak Atraksi Unik di Upacara Pembukaan ASEAN Paragames Solo 2022

Oleh: RLS/AY
Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:36 WIB
Stadion Manahan Solo. (Ist)
Stadion Manahan Solo. (Ist)

SOLO - Gaung kemeriahan pesta pembukaan (opening ceremony) ASEAN Paragames Solo 2022, bakal menggema dari Stadion Manahan Solo, Sabtu 30 Juli. Berbagai atraksi menarik telah dipersiapkan. Konsepnya pun terbilang unik. Para penonton akan berada di lapangan, sementara atraksi ditampilkan di tribun.

"Konsepnya penontonnya di lapangan, tribun jadi panggungnya. Jadi seperti menonton pegelaran wayang raksasa, di situ banyak hiburan tarian dan ada sambutan. Jadi kita menikmati sebuah panggung wayang raksasa, tanpa dalang," kata Sekretaris Pelaksana Indonesia National Paralimpic Organization Commite (Inaspoc), Rima Ferdianto, dalam konferensi pers ASEAN Paragames Solo 2022, di Ballroom Keraton, di Swiss Bellhotel, Jumat (29/7). 

Acara juga akan dimeriahkan oleh para seniman dan artis. Penyanyi penyandang disabilitas pun akan tampil dalam upacara pembukaan ASEAN Paragames Solo 2022 ini.

Ia menyebut penyanyi asal Sukoharjo, Endah Laras akan menjadi salah satu penampil. Selain itu penyanyi dangdut Nella Kharisma akan membawakan lagu theme song ASEAN Paragames Solo 2022.

"Ada special guest untuk acara pembukaan," kata Rima. Ia tidak merinci lebih lanjut.

Wakil Presiden Maruf Amin akan menghadiri pesta pembukaan tersebut. Sementara 15 ribu undangan akan hadir menyaksikan langsung kemeriahan yang akan digelar di Stadion Manahan Solo. Sebagian undangan disebar melalui media sosial di Instagram. Warga pun sangat antusias. Ia menambahkan semua undangan disebar secara gratis.

"Sebanyak 4.500 udangan disebar dari Instagram. Dalam waktu 20 menit, langsung habis," ujar Rima. 

Daya tarik lain yang dijanjikan penyelenggara, dalam pesta pembukaan ini adalah penampilan kontingen Indonesia yang akan mengikuti defile. Mereka akan menggunakan batik yang tidak biasa.

"Ada 30 atlet kita mengikuti defile bersama tim negara lain. Mereka atlet Indonesia akan menggunakan baju dengan motif batik spesial karena bukan motif batik yang bisa anda beli atau anda temui secara umum seperti motif parang atau kawung atau yang lain-lain," jelas Rima.

Sementara, puncak atraksi akan menampilkan pertunjukan teaterikal mengiringi penyalaan api obor ASEAN Paragames Solo 2022 oleh atlet parashooting Hanik Puji Astuti, yang pernah lolos di paralympic.

"Cerita dalam prosesi penyulutan api obor Paragames Solo 2022 itu intinya tentang perjuangan. Penuh semangat dan keharuan." 

"Yang jelas akan mencerminkan konsep yang sangat Indonesia dan Solo," papar Rima.

Selain itu, Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bakti pun bercerita bahwa Menpora Zainudin Amali dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bahkan sampai turun langsung ke lapangan. Mereka ikut mendesain penataan kursinya.

Together be Win 

Pembukaan ASEAN Paragames Solo 2020 yang mengambil tema "together be win (bersama kita menang)" diharapkan juga dapat membawa kesadaran terutama bagi penyandang disabilitas bahwa ada pilihan profesi yang mulia untuk mengharumkan nama bangsa dengan berjuang melalui olahraga paralimpiade.

"Bagi penyandang disabilitas Asia Tenggara, dan bagi masyarakat Indonesia secara umum, kita semua akan menikmati momen kemenangan. Karena dengan event ini kita membuktikan bahwa negara kita bisa karena kita inklusif, ramah terhadap disabilitas," ucap Rima. 

"Mudah-mudahan event ini hingga tanggal 6 nanti berjalan lancar, semua gembira, dan kita semua kita bisa melaksanakan sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi (bagi penyelenggara) dan sukses ekonomi untuk percepatan pemulihan ekonomi Kota Solo dan sekitarnya," tambahnya.

ASEAN Paragames Solo 2022 akan digelar 30 Juli sampai 6 Agustus dan mempertandingkan 14 cabang olahraga. Empat kabupaten/kota yakni Solo, Semarang, Surakarta, dan Karanganyar menjadi tuan rumah. Sebanyak 11 negara terlibat dalam ajang multi-event ini dengan total atlet sebanyak 1.286. Indonesia sendiri menurunkan 321 atlet.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo