TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Bupati Lebak Janji

Jembatan Gantung Caping Segera Diperbaiki Menggunakan Dana BTT

Oleh: BNN/AY
Kamis, 04 Agustus 2022 | 10:18 WIB
Kondisi jembatan Cuping yang sling nya putus. (Ist)
Kondisi jembatan Cuping yang sling nya putus. (Ist)

LEBAK—Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya merespon kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Cuping Desa Haur Gajrug dengan Kampung Nagerang di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak yang rusak akibat sling penyangga putus. Ia menyebut perbaikannya bakal diusulkan lewat Belanja Tak Terduga (BTT).

Jembatan Cuping dengan panjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter yang membentang di aliran Sungai Ciberang itu rusak akibat sling penyangga putus. Dampak kejadian itu, aktivitas masyarakat tersendat. Bahkan, masyarakat harus menggunakan rakit yang terbuat dari bambu dan perahu karet yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak sebagai alat penyeberangan. Termasuk anak sekolah.

“Material jembatan lainnya itu masih bagus, ya hanya sling saja. Jadi itu bisa diusulkan lewat BTT,” kata Iti Octavia Jayabaya saat menyambangi Sekretariat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak, di Jalan Abdi Negara, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (03/08/2022).

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Irvan Suyatupika mengungkapkan, Jembatan Cuping yang rusak akibat sling penyangga hanya putus sudah dimonitoring.

“Hasil verifikasi tim yang terjun ke lokasi, jembatan secara visual bagus, masih bisa digunakan. Hal itu terlihat dari struktur lantai dan pondasi yang masih bagus,” kata Irvan.

“Kita mau estimasi kebutuhannya diantaranya sling atau lainnya. Kita hitung dan kita bakal usulkan perbaikannya terhadap jembatan itu,” sambung Irvan.

Menurut Irvan, putusnya sling jembatan penghubung Kampung Cuping dengan Nagerang itu diduga kurangnya perawatan dari pihak desa. Oleh karenya, ia meminta pihak desa untuk lebih memperhatikan terhadap pemeliharaan jembatan.

“Asetnya kan udah diserahkan ke pemerintah desa (pemdes) setempat. Nah, pemeliharaannya kan udah di desa,” ujarnya.

Ditemui sebelumnya, Kepala Desa Haur Gajrug Hasan Fery mengaku belum tahu asetnya sudah diserahkan ke pemdes. Kendati demikian pihaknya mengaku akan mengkroscek data.

“Saya kan kepala desa baru jadi kurang tahu. Ya nanti di lihat dulu datanya,” kata singktanya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo