TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Atap SDN Bonisari Terancam Ambruk

Bila Hujan Murid Tidak Bisa Belajar

Oleh: AY/BNN
Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:14 WIB
Siswa SDN Bonisari harus belajar dengan kondisi atap yang terancam ambruk. Foto : Istimewa
Siswa SDN Bonisari harus belajar dengan kondisi atap yang terancam ambruk. Foto : Istimewa

TANGERANG - Kurangnya perawatan akibat termakan usia, membuat kondisi atap SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji kian memprihatinkan karena terancam ambruk. Apalagi kondisi plafon yang sudah rusak parah atau jebol tanpa tersentuh perbaikan.


Mirisnya, kondisi gedung SDN Bonisari yang sudah tidak memadai terpaksa masih digunakan oleh para peserta didik kelas 1 dan kelas 3 untuk melaksanakan kegiatan belajar. Hal itu dikarenakan minimnya ruang kelas. Siswa-siswi pun ada yang tampak khawatir saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.


Salah satu guru di SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, Gede Julianto mengatakan, kerusakan atap sekolah sudah terjadi sejak lama, kurang lebih 8 bulan lalu. Bahkan, plafonnya sudah ambruk.

Lanjut Gede, beruntung saat kejadian tersebut tidak menimpa siswa-siswi. Pasalnya, para peserta didik telah pulang sekolah.
Akibat plafon yang sudah ambruk, kata Gede, kegiatan belajar mengajar sering terganggu oleh air hujan yang masuk ke dalam ruang kelas karena atap yang sudah usang itu bocor. Pihaknya mengaku sangat khawatir atap ambruk ketika sedang proses belajar mengajar.

Namun lanjut Gede, karena minimnya ruang kelas, terpaksa aktivitas belajar mengajar tetap dilaksanakan di ruangan kelas yang atapnya sudah usang dan nyarus ambruk.

“Waktu itu, plafon ambruk pada Januari 2022. Beruntung sedang tidak ada siswa, karena sudah pulang. Saat mengajar saya juga merasa khawatir ambruk. Ditambah kalau ada hujan, mana air masuk semua,” kata Gede Julianto kepada Satelit News, Selasa (9/8).


Menurut Gede, pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang agar dilakukan perbaikan. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan terhadap SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji.


“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kecamatan, ke Dinas Pendidikan, ke pengawas juga sudah, terus kepada Tim Sarpras Kabupaten juga sudah diperiksa. Namun sampai saat ini belum juga ada kabar selanjutnya dari yang terkait,” ucapnya.

Gede juga mengaku sudah melakukan pelaporan kembali kepada tim Sarpras sekitar bulan Juni 2022 lalu. Namun,  pihaknya hanya disuruh untuk menunggu kabar dari Dinas Pendidikan terkait perbaikan tersebut. Menurutnya, tidak ada kepastian kapan SDN Bonisari akan dilakukan perbaikan.


Gede berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera melakukan perbaikan sarana pendidikan di SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan aman dan nyaman.


“Kami berharap agar sekolah ini cepat-cepat diperbaiki, karena mengingat kondisi membahayakan siswa kami yang sedang belajar. Kami sudah berkordinasi dengan guru kelas untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi untuk mengevakuasi anak-anak,” ungkapnya.


Di tempat terpisah, salah satu wali murid Sopiyah (30), yang anaknya duduk di kelas 1 SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, merasa sangat khawatir terhadap keselamatan anaknya ketika sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di zekolah.


Namun, Sopiyah mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera melakukan perbaikan terhadap kondisi sekolah SDN Bonisari itu. Ditambah, SDN tersebut merupakan satu-satunya SD negeri yang ada diwilayahnya.


“Saya sebenarnya khawatir anak saya belajar di kelas yang atapnya sudah roboh, tapi mau gimana lagi, mau dipindahin juga disini mah cuma ada satu sekolah SD negeri,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menganggarkan untuk perbaikan SDN Bonisari itu di APBD Perubahan 2022. Hanya saja, kata dia, perbaikan yang akan dilakukan hanya sementara. Pasalnya, angaran yang digelontorkan tidak bisa lebih dari Rp 200 juta.


“Jadi dicek ke TKP dan sudah dianggarkan juga di APBD Perubahan 2022. Cuma kan anggaran perubahan tidak bisa lebih dari Rp 200 juta, kalau lebih dari itu anggaran murni dan harus lelang. Jadi nanti hanya perbaikan-perbaikan kecil saja yang urgen,” ujarnya.


Syaifullah juga mengaku, bahwa pihaknya juga telah mendata seluruh sekolah negeri di Kabupaten Tangerang yang membutuhkan perbaikan, sehingga akan dilalukan perbaikan secara bersamaan. Dia berharap untuk perbaikan total SDN Bonisari, Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, bisa dilakukan di tahun 2023 mendatang dengan menggunakan APBD murni.


“Semua juga kita data. Mudah-mudahan SDN Bonisari bisa diperbaiki total di tahun 2023. Mudah-mudahan dapet anggarannya,” 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo