TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Pilkada Jakarta Semakin Seru, Bakal Muncul Nama-nama Beken

Oleh: Farhan
Minggu, 12 Mei 2024 | 10:24 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Pilkada Jakarta yang akan digelar November ini, diprediksi bakal sengit. Sesengit Pilpres lalu. Nama-nama beken sudah digadang-gadang. Ada yang lewat jalur partai, ada yang lewat perorangan.
Meskipun tidak akan lagi berstatus sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta tetap menaruh perhatian besar bagi kalangan elite. Hal ini terlihat dari sikap elite partai yang tidak mau buru-buru putuskan jagoan yang bakal diusung.
Sejauh ini, partai-partai baru sebatas melemparkan nama-nama yang bakal diusung. Daftar nama yang masuk radar parpol juga bukan kaleng-kaleng. Mulai dari petinggi partai, eks kepala daerah, hingga menteri.
Dari PDIP, beberapa nama masuk radar calon Gubernur Jakarta. Mulai dari Basuki Tjahja Purnama, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, eks Panglima TNI Andika Perkasa, hingga Anies Baswedan.

Gerindra menjagokan 4 kader terbaiknya, seperti Ahmad Riza Patria dan Rahayu Saraswati. Golkar menjagokan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan eks Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Selain mendorong kader internalnya, PAN juga blak-blakan ingin mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta. Sementara NasDem dan PKS sama-sama menjagokan Anies Baswedan dan beberapa kader internalnya.
Selain dari jalur parpol, muncul juga tokoh-tokoh yang mengincar Pilkada Jakarta lewat jalur perseorangan. Meskipun belum resmi melakukan pendaftaran, beberapa tokoh non parpol itu, sudah terang-terangan bakal maju di Pilkada Jakarta.
Dimulai dari eks Menteri ESDM Sudirman Said. Dia bakal maju sebagai bacagub berpasangan dengan Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri.

Eks Wakil Dirkrimun Polda Metro Jaya Komjen (Purn) Dharma Pongkrekun juga siap maju di Pilkada Jakarta. Tokoh terakhir yang ingin maju lewat jalur non parpol adalah eks Ketum PB HMI Noer Fajrieansyah.
Pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau KedaiKOPI Hendri Satrio menilai wajar banyak nama bermunculan untuk Pilkada Jakarta. Sebab, Jakarta menjadi gengsi politik bagi parpol untuk bisa menang di Pilkada.

Namun, dari sekian nama yang muncul, belum tentu semuanya akan maju. Menurut Hensat-sapaannya, keputusan akhir ada di partai politik.
“Sekarang, semua nama-nama besar kayak Sudirman Said kan muncul di PKS, Demokrat. Kemudian ada Basuki, ada Sri Mulyani, ada Andika di PDI Perjuangan. Ya kemudian juga ada beberapa nama besar lainnya,” tutur Hensat.

Ia memprediksi, Pilkada Jakarta bakal sengit. Terlebih, tidak ada petahana di Jakarta. “Keseruan Jakarta itu tak bisa lepas dari trauma Pilpres kemarin,” kata Hensat.

yakin betul, penguasa tetap andil dalam Pilkada. Artinya, penguasa telah menyiapkan calon-calon pemimpin daerah. Menariknya, hal tersebut tidak berarti di Jakarta.
Buktinya, Fauzi Bowo kalah oleh Jokowi. Kemudian Jokowi digantikan Ahok. Meski terbilang satu faksi, Ahok justru kalah oleh Anies. “Jadi, kalau tentang potensi siapa yang paling bisa dipilih oleh warga Jakarta, biasanya sih yang paling masuk akal programnya,” urai Hensat.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, Pilkada Jakarta akan menjadi pertarungan parpol. Sayangnya, kader parpol justru minim popularitas dan elektabilitas dari skema Pilgub.

Misalnya Riza Patria, Mardani Ali Sera, dan Ahmed Zaki. Kondisi ini membuat banyak tokoh di luar parpol akan membuat parpol kian bertarung memperebutkan kandidat.

Dedi memprediksi, koalisi di Jakarta akan mirip dengan Pilpres. Jika Anies masih diusung, mantan gubernur Jakarta itu potensial kembali terpilih. “Tetapi, jika Anies absen, maka peluang kemenangan ada di koalisi yang saat Pilpres kemarin menang,” ulasnya.
Pakar ilmu politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Ardli Johan Kusuma mengatakan, terdapat peluang terbentuknya koalisi antara PAN, Gerindra, dan Golkar. Koalisi tersebut terbentuk usai Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut peluang partainya mengusung Ridwan Kamil.

“Ketiga partai ini masih dalam kondisi hubungan yang hangat-hangatnya setelah memenangkan Pilpres 2024 beberapa waktu yang lalu. Sehingga, komunikasi tentunya dapat dilakukan dengan baik,” kata Ardli.
Hanya saja, ia memprediksi, ketiga partai tersebut akan membutuhkan upaya komunikasi yang lebih serius dalam menentukan nama calon yang diusung di Pilgub DKI Jakarta.

Menurut Ardli, Ridwan Kamil berpotensi diusung PAN, Gerindra, dan Golkar. Namun, survei elektabilitas akan menjadi pertimbangan untuk mengambil langkah terkait pencalonan RK di Jakarta.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Hasto Kristiyanto masih mencermati nama yang akan diusung. “Nama-nama akan tersaring sesuai dengan usulan dari daerah-daerah,” ungkapnya, Sabtu (11/5/2024).
Ada gosip, PDIP bakal mengusung Anies dan Ahok. Saat ditanyakan peluang tersebut, Hasto tak menyangkal, karena kedua sosok tersebut diusulkan DPC dan DPD PDIP. Namun, penyaringan masih berlangsung di tingkat provinsi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo