TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Musim Haji 2024

Menag Yaqut: Tendanya Lebih Bagus, Atap Bisa Serap Panas, Ada Charger Magnetic

Oleh: Ujang Sunda
Kamis, 13 Juni 2024 | 10:50 WIB
Foto : Ujang Sunda
Foto : Ujang Sunda

ARAB SAUDI - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengecek persiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Selasa (11/6/2024). Yaqut ingin memastikan layanan yang disiapkan sudah sesuai dengan kontrak antara pemerintah dengan Masyariq sebagai penyedia.

Yaqut didampingi Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal A Hasyim, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Hadir juga, unsur pimpinan Masyariq M Amin Indragiri dan jajarannya.

Lolasi pertama yang dicek Yaqut adalah fasilitas di Arafah. Pengecekan dilakukan tiga hari sebelum kedatangan jemaah di Arafah.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024. Karenanya, Wukuf di Arafah akan berlangsung pada Sabtu (15/6/2024). Jemaah haji Indonesia secara bertahap akan diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah pada Jumat (14/6/2024).

“Saya sudah melakukan pengecekan. Banyak perubahan yang sudah dilakukan oleh pihak Masyariq. Kini, kita tinggal tawakal, menyerahkan pada kebesaran Allah, semoga layanan di Armuzna berjalan dengan baik dan lancar,” ucap pria yang akrab disapa Gus Men ini.

Yaqut melakukan pengecekan di Arafah hampir dua jam. Dia melakukan pengecekan secara mendetail beragam fasilitas yang ada. Pengecekan antara lain dilakukan untuk memastikan toilet berfungsi dengan baik, termasuk airnya, pendingin udara berjalan normal, dapur berikut ketersediaan kayu bakarnya, storage dan bahan baku makanannya, serta tenda dengan conblock beserta karpet dan kasurnya.

“Semua kita cek. Ada tambahan MCK (mandi, cuci, kakus) yang diberikan Masyariq sesuai pemintaan kita. Toilet-toilet baru dibangun. Insya Allah lebih bagus dari sebelumnya, lebih luas, space lebih besar,” terangnya.

Menurut Yaqut, ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam memberikan kepuasan kepada jemaah. Dia berharap, ini membantu kekhusyukan jemaah dalam beribadah haji.

Yaqut menilai, layanan yang disiapkan Masyariq sudah sesuai kontrak. Tenda di Arafah relatif lebih bagus. Bahkan, ada sejumlah tenda baru dengan bentuk dan bahan baru, meski belum untuk semua jemaah. Masyariq menyiapkan tenda model baru ini dengan kapasitas maksimal 30.000 jemaah.

“Tenda lebih bagus, atap lebih menyerap panas, dan dinding sudah pakai hard PVC yang lebih menyerap panas. Semua tenda juga sudah dilengkapi charger magnetic, tinggal ditempel dan bisa charge. Saya kira ada perubahan signifikan,” tegasnya.

Dari Arafah, Yaqut bertolak ke Muzdalifah untuk melihat langsung jalur taraddudi (shuttle) dan murur (jemaah mabit di dalam bus) yang akan dilalui jemaah, serta toilet baru yang telah dibangun. Tahun ini, pergerakan jemaah dari Arafah akan dibagi dalam dua skema, reguler dan murur.

Dalam pergerakan reguler, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah secara taraddudi (shuttle) dan turun di Muzdalifah. Sementara untuk skema murur, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah setelah Maghrib, melewati Muzdalifah, berhenti sejenak, lalu langsung menuju Mina. Skema murur diperuntukkan bagi jemaah risiko tinggi, lanjut usia, disabilitas, penguna kursi roda, dan para pendampingnya.

Skema murur diterapkan karena alasan masyaqqah (kondisi sulit) dan menjaga keselamatan jemaah seiring keterbatasan area Muzdalifah. Sebab, tahun ink Mina Jadid sudah tidak digunakan dan ada pembangunan toilet dalam jumlah yang cukup banyak.

Area Muzdalifah yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia seluas 82.350 meter persegi (m2). Pada 2023, area ini ditempati sekitar 183.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia (9 maktab) yang menempati area Mina Jadid. Sehingga, setiap jemaah saat itu mendapatkan ruang (space) sekitar 0,45 m2 di Muzdalifah.

Tahun ini, Mina Jadid tidak lagi ditempati jemaah haji Indonesia. Sehingga, 213.320 jemaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil space di Muzdalifah seluas 20.000 m2. Sehingga, ruang yang tersedia untuk setiap jemaah jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, hanya 0,29 m2 per orang.

“Kita melihat situasi di Muzdalifah on the spot. Ada banyak toilet baru, ada 26 dan itu memakan space (area) kurang lebih 2 hektar. Ini tentu akan mengurangi space jemaah. Kalau dirata-rata, kalau jemaah semua masuk ke sini, satu jemaah hanya mendapat space 0,29 m2. Tidak mungkin jemaah bisa nyaman berada di sini,” terang Yaqut.

Dengan kondisi seperti ini, pilihan yang diambil Pemerintah adalah mempersiapkan konsep murur. Dalam menerapkan konsep ini, Kemenag sudah konsultasikan dengan banyak ulama dan ormas Islam untuk memastikan kaidah fikihnya. Semuanya memberikan dukungan atas pilihan murur demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.

"Mudah-mudahan yang sudah Pemerintah rencanakan dan persiapkan sebaik-baiknya memberikan kepuasan dan kenyamanan jemaah haji dalam beribadah. Mudah-mudahan sesuai dengan yang akan kita laksanakan,” harapnya.

Dari Muzdalifah, Yaqut bertolak ke Mina untuk mengecek kesiapan tenda dan layanannya. Jemaah haji akan berada di Mina dalam durasi cukup lama, 10-12 Zulhijjah (16-18 Juni), untuk Nafar Awal. Atau bahkan sampai 13 Zulhijjah (19 Juni) bagi yang Nafar Tsani.

Karenanya, kesiapan fasilitas sangat penting untuk kenyamanan jemaah. Sebagaimana di Arafah, Yaqut mengecek kesiapan sejumlah fasilitas untuk layanan jemaah, mulai dari tenda dengan kasur dan pendingin udaranya, serta toilet dan dapur.

Pesan untuk Jemaah

Penyelenggaran ibadah haji 1445 H berlangsung saat musim panas. Suhu pada siang hari diperkirakan rata-rata pada kisaran 46 hingga 48 derajat celcius. Kepada jemaah, Yaqut berpesan untuk memanfaatkan waktu jelang wukuf untuk beristirahat dan menjaga kesehatan.

“Jaga kesehatan dan stamina, hemat energi. Masa dua tiga hari ke depan gunakan untuk perkuat stamina, banyak istirahat. Energi di sini (Armuzna) akan terserap lebih banyak,” pesannya.

Yaqut juga meminta jemaah menggunakan masker. Selain panas, udara di Armuzna juga cukup berdebu. Jemaah juga diimbau membawa semprotan air untuk menjaga tubuh dari cuaca panas terik. “Bawa semprotan air untuk menghindarkan diri dari heatstroke,” pesannya

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo