TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Anies Akan Bertemu Para Ketum Parpol, Termasuk Dengan Prabowo

Laporan: AY
Minggu, 23 Juni 2024 | 09:03 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Usai memantapkan diri maju kembali sebagai Cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan memiliki keinginan untuk berkomunikasi dengan pimpinan parpol. Salah satunya, Anies ingin ketemu dengan Ketum Partai Gerindra yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ternyata, ide Anies untuk ketemu Prabowo banyak yang dukung. 

Saat ini, Anies merupakan tokoh yang digadang-gadang bakal maju di Pilkada DKI. Sehingga, pertemuannya dengan Prabowo dianggap sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi. 

"Jadi itu adalah sebuah keniscayaan. Karena ini adalah sebuah proses. Di mana partai-partai politik pada saat ini sedang mempertimbangkan, menakar," tutur Anies, di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/6/2024). 

Ia pun membuka keinginan untuk bertemu dengan Prabowo. Termasuk safari politik dengan elite partai politik lain. Maklum, saat ini baru PKB yang memberikan rekomendasinya kepada Anies. Sehingga, pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai politik menjadi penting. 

"Termasuk tentunya dengan Pak Prabowo," tutur dia.

Hanya saja, mantan gubernur DKI Jakarta ini belum mengumumkan detail pertemuan. Baik waktu dan dimana lokasinya. 

Bagaimana tanggapan Gerindra? Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman mengatakan, Prabowo akan menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya. "Sebagai pemimpin, Pak Prabowo terbuka bertemu dengan siapa pun warga negara Indonesia," katanya, Sabtu (22/6/2024). 

Meski begitu, Habib menyebut, saat ini jadwal Prabowo tengah difokuskan pada pekerjaannya di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Lagipula, Prabowo bersama tim sinkronisasi tengah bekerja intensif menjelang pemerintahannya bersama Gibran Rakabuming mendatang. 

"Alokasi waktu Pak Prabowo saat ini prioritas maksimalkan kerja sebagai Menhan. Sekaligus mulai melakukan sinkronisasi jelang pelantikan sebagai presiden," kata dia. 

Namun, Habib mengatakan, partainya akan terus berkomunikasi dengan banyak pihak dalam mempersiapkan Pilkada Serentak 2024. Ia menekankan Gerindra hendak kembali memenangkan Pilgub Jakarta. 

"Soal Pilkada Jakarta, kami terus membangun komunikasi dengan partai-partai. Prinsipnya, kami tentu ingin menang untuk ketiga kalinya di Pilgub Jakarta," cetus Wakil Ketua Komisi III DPR ini. 

Selain Gerindra, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ikut menyambut baik rencana pertemuan Anies dengan Prabowo. Apalagi, kalau pertemuan itu digelar sebelum Pilkada Jakarta. 

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menilai, silaturahmi merupakan hal baik. Sehingga, tak ada batasan dengan siapa menjalin silaturahmi itu. "Kan bagus kalau silaturahmi dengan siapa saja kan bagus," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (22/6/2024). 

Meski begitu, Zulhas mengaku, KIM belum pernah membicarakan Anies untuk diusung di Jakarta. "Waktu itu sudah sepakat Ridwan Kamil, tapi berkembang seperti apa kan belum ada pertemuan lagi," ungkapnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, sebagai tokoh yang akan maju dalam Pilkada Jakarta, tentu Anies akan mencari dukungan. Sekalipun dukungan itu dicari kepada kumpulan partai politik yang notabene menjadi lawannya di Pilpres. 

"Anies sebagai tokoh politik di pusara Pilkada Jakarta mafhum mencari dukungan. Meskipun ke KIM, bagaimanapun ia harus lunak. Agar tidak alami pertentangan dengan kekuasaan yang sejauh ini menyokong KIM dan Prabowo," ulas Dedi saat dihubungi, Sabtu (22/6/2024) malam. 

Hanya saja, Dedi memprediksi dukungan Gerindra maupun KIM akan mengikuti restu Presiden Jokowi. Tentu ini menjadi persolan, sehingga Anies menyiasatinya dengan menunjukkan persahabatan. 

Anies sangat berharap didukung KIM. Sekalipun tak mendapat dukungan, mantan Capres 01 itu, ingin pertarungan Pilkada Jakarta berlangsung dengan adil. 

"Jika tidak ada sokongan secara pasti dari Gerindra, minimal Gerindra dan KIM berkenan bertarung dengan fair tanpa libatkan kekuasaan sebagaimana yang banyak diasumsikan dalam Pilpres lalu," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo