TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ribuan Kerbau Di Pulau Moa Mati Karena Sulit Air, Jokowi Langsung Minta Menteri PUPR Bikin Embung

Laporan: AY
Jumat, 16 September 2022 | 08:13 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu dengan peternak kerbau di Pulau Moa, Maluku Barat Daya. (Foto : Setpres)
Presiden Jokowi saat bertemu dengan peternak kerbau di Pulau Moa, Maluku Barat Daya. (Foto : Setpres)

MALUKU - Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Jokowi meninjau dan bertemu dengan peternak kerbau di Desa Werwaru, Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (15/9).

Presiden berkesempatan berdialog dengan para peternak kerbau, dan menyerap aspirasi mereka.

Kepala Desa Werwaru Elias Tenggawna yang turut berdialog dengan Presiden Jokowi curhat, jumlah kerbau saat ini jauh berkurang.

Dia bilang, hal tersebut disebabkan oleh kondisi alam yang sudah tidak mendukung untuk beternak. Salah satunya, kekurangan air akibat kekeringan.

“Kendala di Pulau Moa ini adalah air. Sangat susah. Jadi, ketika musim kemarau begini, kerbau mati sampai ribuan ekor,” ungkap Elias.

Karena itu, dia pun meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi masalah kekurangan air tersebut.

Kontan, Presiden langsung memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk membangun satu embung di setiap desa.

“Sudah. Ini saya perintah Pak Menteri PU, supaya langsung buat (embung) ya,” ujar Kepala Negara.

Para peternak kerbau pun mengapresiasi jawaban Presiden, untuk mengatasi masalah tersebut.

Kepala Desa Werwaru Elias Tenggawna juga turut menyampaikan terima kasih, atas kesediaan Presiden Jokowi berkunjung ke daerah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak, yang sudah datang ke tempat kami yang sangat jauh ini,” tutur Elias.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo