TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Larang Pendukungnya

Deklarasi "Dewan Kopral" Ganjar Cari Aman

Laporan: AY
Sabtu, 24 September 2022 | 09:10 WIB
Ganjar Pranowo. (Ist)
Ganjar Pranowo. (Ist)

JAKARTA - Setelah pendukung Puan Maharani mendeklarasikan “De­wan Kolonel”, para pendukung Ganjar Pranowo berencana membentuk "Dewan Kopral". Namun, Ganjar memilih melarang para pendukungnya itu, mendeklarasikan "Dewan Ko­pral".

Keputusan Ganjar ini dinilai cari aman, karena kalau sampai merestui gerakan ini, maka perseteruannya dengan Puan akan semakin meruncing. Efeknya, Ganjar akan semakin dibenci Banteng-banteng yang ada di barisan Puan.

Seruan para pendukungnya tak mendeklarasikan "Dewan Ko­pral" itu, disampaikan Ganjar di sela-sela rapat konsolidasi kepala daerah dari PDIP, di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Kamis (22/9) lalu.

"Saya minta semuanya bisa menahan diri," imbaunya.

Ia juga menyitir pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto bahwa de­wan-dewanan di internal PDIP yang belakangan jadi buah bibir, hanyalah guyonan politik belaka.

"Pak Sekjen sudah menyampaikan, mungkin itu hanya candaan-candaan, jadi publik tidak perlu merespons ya," lanjut Ganjar.

Ia menegaskan, soal siapa sosok calon presiden (capres) yang akan diusung PDIP tidak ditentukan oleh dewan-dewanan itu. Melainkan ditentukan langsung oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Toh, penentuan soal capres itu urusan ketum, jadi kalau sudah ditentukan, ya saya kira semua relawan dari pendukung siapapun akan kolaborasi," terangnya.

Inisiator Dewan Kolonel adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP yakni Johan Budi. Tujuannya, untuk mendongkrak popularitas dan elektabili­tas Puan.

Sementara Dewan Kopral dimunculkan oleh Ketua Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) Imanuel Ebenezer. Ia mengklaim, gerakan ini muncul dari bawah, terutama rakyat marhaen.

Lalu, apa kata GP Mania terkait sikap Ganjar yang melarang deklarasi Dewan Kopral? Imanuel Ebenezer mengamini permintaan Ganjar itu.

"Kita ikuti arahan beliau, meski sebenarnya pembentukan Dewan Kopral inisiatif dari teman teman karena merasa tertantang oleh gerakan De­wan Kolonel," kata Noel, begitu ia akrab disapa, kemarin.

Menurutnya, wacana deklarasi Dewan Kopral bukan dihentikan, tapi ditunda sampai ada keputusan dan arahan berikutnya.

Sekilas, Noel memberi gambaran bahwa Dewan Kopral ini berisi para relawan dari kalangan lintas profesi. Terutama rakyat marhaen yang meng­inginkan capres pro rakyat. Ia memas­tikan, inisiasi itu bukanlah manuver politik apalagi zig-zag politik untuk menandingi Dewan Kolonel.

"Apalagi kalau kami dianggap sebagai ancaman, kami hadir karena ada gagasan Dewan Kolonel. Ya, kita patuh lah. Ikut arahan beliau. Saat ini GP Mania hanya akan fokus untuk konsolidasi," lanjutnya.

Sejauh ini, sebut Noel, relawan yang dipimpinnya masih sibuk membangun jaringan di 33 provinsi sampai tingkat desa dan kelurahan. Ia menargetkan, deklarasi semua wilayah bisa tuntas tahun depan.

Banteng Solo angkat bicara soal Dewan Kolonel dan Dewan Kopral ini. Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, partainya cuma punya 3 dewan. Yaitu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Tidak lebih dari itu, seb­agaimana diatur dalam AD/ART partai.

"Sikap Pak Sekjen tepat, makanya Bu Mega juga mengatakan enggak ada itu di AD/ART partai," dukungnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, sikap Ganjar meminta pendukungnya menahan diri sudah tepat. Sikap cari aman ini lebih baik ketimbang bentrok.

"Tentu untuk menghindari clash (bentrok), resistensi terhadap Dewan Kolonel. Kalau bikin dewan tandingan, Ganjar terkesan menantang dan melakukan perlawanan. Karena itu minta distop. Sudah betul itu. tidak melanjutkan Dewan Kopral untuk menurunkan tensi di internal," kata Adi Prayitno, kemarin.

Sikap cari aman ini lebih dipilih, karena Ganjar masih ingin menjaga hubungan baik di internal Banteng. Adi juga memprediksi, Ganjar masih berharap dukungan tiket dari PDIP agar bisa maju di Pilpres 2024. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo