TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Menyemai Cahaya Kota

Oleh: Budi Rahman Hakim, Ph.D.
Editor: Redaksi selected
Rabu, 24 Desember 2025 | 10:57 WIB
Budi Rahman Hakim, Ph.D.
Budi Rahman Hakim, Ph.D.

SERPONG - Setiap kota punya dua wajah: wajah fisik yang tampak oleh mata, dan wajah batin yang hanya tampak oleh hati. Wajah fisik bisa diukur dengan bangunan, jalan, taman, dan grafik pembangunan. Tetapi wajah batin hanya dapat diukur oleh keadilan, empati, senyuman warga, dan rasa tenteram tinggal di dalamnya. Menjelang penutup tahun 2025, pertanyaannya menjadi sederhana: wajah mana yang ingin kita rawat untuk tahun 2026?

 

Kita boleh bangga dengan pertumbuhan kota yang cepat, namun pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang menerangi. Cahaya itu bukan lampu LED di jalan raya, melainkan cahaya amal—kebaikan yang dilakukan pemerintah dan warga secara bersama. Tangsel akan maju bukan hanya karena investasi, tapi karena kejujuran; bukan hanya karena master plan, tetapi karena kasih; bukan hanya karena kecerdasan teknologi, tetapi karena nurani sosial.

 

Setiap tahun membawa pelajaran. Sepanjang 2025, kita menyaksikan kota bekerja keras: program pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, infrastruktur, dan ruang hijau. Tetapi ada hal-hal lembut yang tak tercatat di laporan resmi: pelukan warga kepada tetangga yang berduka, petugas puskesmas yang tetap tersenyum di tengah kelelahan, petugas kebersihan yang bekerja sebelum fajar. Cahaya kota diam-diam tumbuh dari tangan-tangan semacam ini.

 

Tasawuf sosial mengajarkan bahwa cahaya amal tidak pernah padam bila ditanam bersama. Syekh Abdul Qadir al-Jilani mengingatkan, “Cahaya amal lebih terang dari cahaya bulan di hati orang ikhlas.” Bila demikian adanya, cahaya kota bukan milik pejabat saja atau warga saja, tetapi milik semua orang yang mau berbuat baik tanpa panggung. Cahaya itu tumbuh dari kerendahan hati—kerelaan membantu tanpa kamera, bekerja tanpa pujian, melayani tanpa pamrih.

 

Karena itu, tahun baru bukan hanya pergantian kalender, melainkan pergantian niat sosial. Apa yang ingin kita tanam sebagai kota di 2026? Apakah kita ingin mengulang kesibukan tanpa kehangatan? Atau kita ingin membangun kota yang cerdas sekaligus lembut? Kota yang kuat tetapi penyayang? Kota yang tumbuh, namun tetap manusiawi?

 

 Pemerintah memiliki tanggung jawab besar, tetapi warga pun demikian. Pemerintah menyalakan cahaya melalui kebijakan yang adil, pelayanan yang ramah, dan pembangunan yang berpihak. Warga menyalakan cahaya melalui kepedulian sosial, gotong royong, menjaga kebersihan, mengurangi kemarahan di jalan, dan menghormati satu sama lain. Bila pemerintah dan warga sama-sama menyalakan cahaya, kota akan bercahaya dua kali lipat.

 

Tahun depan mungkin tidak lebih mudah. Tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan tidak akan lenyap hanya karena kalender berubah. Namun kota yang bercahaya tidak menunggu keadaan membaik untuk berbuat baik. Ia menciptakan keadaan yang baik melalui kebaikan warganya. Cahaya kota adalah hasil dari setiap tangan yang ikut membangun—bukan hanya beton, tetapi hubungan kemanusiaan.

 

 Mari kita rayakan penutup tahun tanpa euforia yang berlebihan. Kota tidak membutuhkan pesta besar; kota membutuhkan tekad baru. Mari kita sambut 2026 dengan hati yang lebih rendah, telinga yang lebih peka, dan langkah yang lebih lembut. Mari kita perbanyak kerja yang menghangatkan, bukan hanya kerja yang terlihat. Mari kita tanam cahaya mulai dari rumah kita, kantor kita, jalan kita, ruang publik kita.

 

Sebab bila satu keluarga menyalakan cahaya amal, satu rumah akan bercahaya. Bila satu RT menyalakan cahaya amal, satu lingkungan akan bercahaya. Bila pemerintah bersama warga menyalakan cahaya amal, seluruh kota akan bercahaya.

 

Semoga di tahun yang baru, Tangsel tidak hanya menjadi kota pintar, tetapi kota bercahaya; bukan hanya kota bekerja, tetapi kota berbelas kasih; bukan hanya kota maju, tetapi kota yang membahagiakan. Karena kota akan menjadi seperti hati orang-orang yang hidup di dalamnya. Jika kita menyemai cahaya amal, cahaya itu akan kembali kepada kita semua.

Komentar:
Berita Lainnya
Dahlan Iskan
Bulan Bulat
Jumat, 06 Februari 2026
Dahlan Iskan
Buka Blak
Kamis, 05 Februari 2026
Dahlan Iskan
Ibadah Stres
Rabu, 04 Februari 2026
Dahlan iskan
PT Bukan
Selasa, 03 Februari 2026
Dahlan Iskan
Agak Laen
Senin, 02 Februari 2026
Dahlan Isksan
Venezuela Kanada
Jumat, 30 Januari 2026
ePaper Edisi 06 Februari 2026
Berita Populer
01
Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2026

Olahraga | 2 hari yang lalu

02
Nasib 1.800 Honorer Pemkot Terkatung-katung

TangselCity | 2 hari yang lalu

03
Pemkot Pertimbangkan Skema PJLP Untuk Honorer

TangselCity | 1 hari yang lalu

04
08
Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2026

Olahraga | 17 jam yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit