Nyaba Kampung di Cipayung, Lurah Gaungkan Pengaktifan Bank Sampah Hingga Tingkat RT
CIPUTAT – Program Nyaba Kampung di Kelurahan Cipayung resmi ditutup menjelang bulan suci Ramadan. Penutupan putaran kedua kegiatan tersebut dikemas bersama pengajian yang diikuti seluruh elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat silaturahmi warga.
Camat Ciputat, Mamat, mengapresiasi pelaksanaan Nyaba Kampung yang dinilainya mampu mendekatkan pelayanan pemerintah dengan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran RT dan RW dalam menjaga ketertiban lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dari rumah tangga.
“Pemilahan sampah harus dimulai dari rumah. RT dan RW juga diharapkan aktif memantau lingkungan, terutama menjelang Ramadan, agar wilayah tetap aman dan tertib,” ujar Mamat dalam kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Cipayung, (7/2).
Sementara itu, Lurah Cipayung Dini Nurlianti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan penutupan Nyaba Kampung Forum RT RW putaran kedua yang telah berjalan sejak 2022. Pada penutupan kali ini, tiga RW digabungkan sekaligus karena bertepatan dengan persiapan menyambut Ramadan.
“Nyaba Kampung ini rutin dilaksanakan setiap bulan, satu RW satu bulan. Karena menjelang Ramadan, tiga RW kita gabung dan sekaligus kita tutup dengan pengajian,” jelas Dini.
Ia menuturkan, sejak pertama kali digelar pada 2022, Nyaba Kampung di Kelurahan Cipayung telah dilaksanakan sebanyak 24 kali. Putaran kedua ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang selama ini dilakukan dengan cara berkeliling wilayah RW.
“Biasanya Nyaba Kampung itu kita datang langsung ke wilayah, muter. Kali ini kita fokuskan di satu tempat untuk ngaji bersama dan mengumpulkan semua elemen masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dini menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan keguyuban warga yang selama ini telah terbangun melalui berbagai forum kemasyarakatan. Ia juga menyoroti sejumlah prestasi warga Cipayung, mulai dari kader posyandu hingga kelompok tani dan kelompok wanita tani.
Lebih lanjut, Dini menggaungkan pengaktifan bank sampah hingga tingkat RT. Ia berharap pengelolaan sampah tidak hanya berhenti di tingkat RW, melainkan bisa berjalan di setiap RT.
“Saya menggaungkan satu RT satu bank sampah. Kalau edaran Wali Kota satu RW satu bank sampah, di Cipayung kita dorong sampai ke RT. Kalau pun ada yang bergabung antar-RT, tidak masalah, yang penting bank sampahnya aktif,” tegasnya.
Saat ini, dari 12 RW di Kelurahan Cipayung telah terbentuk tujuh bank sampah yang tersebar di lima RW. Salah satunya adalah Bank Sampah Yes Nerada RW 10 yang dinilai paling aktif dan berprestasi.
“Penghargaan untuk Bank Sampah Yes Nerada ini agar bisa menginspirasi warga lain membentuk dan menjalankan bank sampah, sehingga sampah bisa selesai dari sumbernya, dari rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Dini, Bank Sampah Yes Nerada juga siap menjadi mentor atau fasilitator bagi RW lain, bahkan bagi wilayah di luar Kelurahan Cipayung, yang membutuhkan pendampingan pengelolaan bank sampah.
“Harapannya, pengelolaan sampah bisa menjadi gerakan bersama warga, sejalan dengan semangat Nyaba Kampung yang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” pungkasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


