TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Masa Golden Age Anak Harus Optimal, Pemkot Tangsel Perkuat Layanan PAUD

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:28 WIB
Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan PAUD kepada masyarakat. (tangselpos.id/rmn)
Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan PAUD kepada masyarakat. (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak sejak dini.

 

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Pemkot Tangsel mendorong peningkatan partisipasi PAUD di tengah masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan pendidikan prasekolah sebagai salah satu program prioritas nasional.

 

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi langkah sosialisasi yang dilakukan Pemkot Tangsel terkait pentingnya PAUD. 

 

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fase yang tidak dapat diulang dalam perjalanan pendidikan seorang anak.

 

“PAUD adalah kesempatan yang tidak bisa terulang. Ini masa golden age yang harus kita pastikan mendapatkan stimulasi optimal sejak dini,” ujar Aria dalam kegiatan sosialisasi di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (5/2).

 

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mendorong kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Kebijakan tersebut bertujuan agar seluruh anak mendapatkan stimulasi menyeluruh, tidak hanya dari sisi kognitif, tetapi juga aspek sosial, emosional, bahasa, serta keterampilan dasar.

 

Melalui penguatan layanan PAUD dan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap anak-anak Indonesia memiliki fondasi pendidikan yang kuat sejak masa prasekolah.

 

Sementara itu, Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan bahwa angka partisipasi PAUD di Tangsel masih belum maksimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sekaligus tanggung jawab bersama.

 

“Ini menjadi PR besar bagi kita di Tangsel. Partisipasi PAUD masih perlu ditingkatkan, sehingga kami terus mengajak orang tua untuk memberikan pendidikan usia dini kepada anak-anaknya,” katanya.

 

Deden menambahkan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD. Di antaranya melalui pemberian beasiswa bagi guru PAUD serta rencana bantuan biaya pendidikan bagi sekitar 10 ribu anak PAUD.

 

“Program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan angka partisipasi sekaligus memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan usia dini yang berkualitas sebagai dasar pembentukan karakter dan kesiapan belajar,” tambahnya.

 

Senada dengannya, Bunda PAUD Kota Tangsel, Tini Indrayanthi, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk kembali menegaskan pentingnya wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak masuk sekolah dasar.

 

Ia menuturkan, PAUD tidak hanya berperan dalam mengajarkan anak bersosialisasi, tetapi juga membantu pendidik dan orang tua memahami karakter anak sejak dini agar lebih terarah dalam pergaulan dan pembentukan sikap.

 

Menurutnya, kegiatan yang digelar bukan berupa pelatihan, melainkan seminar yang membahas cara mendidik anak usia dini. Kegiatan tersebut diikuti para pendidik PAUD, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

 

“Karena ini kan guru-guru ya, pendidik. Di sini yang hadir ini pendidik yang berkicipung di dalam pendidikan PAUD, dan juga baik itu di tingkat kelurahan maupun di tingkat kecamatan. Jadi mereka lebih harus mengetahui bagaimana cara mengedukasi anak-anak didiknya, dan mereka harus merasa nyaman di tempat didik itu,” ujarnya.

 

Tini berharap, kegiatan sosialisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan ke depannya.

 

“Harapan ini mudah-mudahan berhasil. Dan ke depannya kita lebih mudah lagi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sama. Kumpulin lagi,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dindikbud Tangsel, Rizkia Fitria, memaparkan bahwa saat ini terdapat 777 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangsel.

 

“Di Tangsel ini jumlahnya ada 777, tapi memang angkanya fluktuatif ya, tergantung data dapodik,” paparnya.

 

Ia berharap, melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat semakin memahami pentingnya masa golden age bagi anak. Menurutnya, periode usia dini bukanlah fase untuk menekankan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan menghitung.

 

“Harapan nya sosialisasi ini agar masyarakat tahu pentingnya masa golden Age itu sebelum 0-6 tahun masa bermain jadi bukan belajar baca, menulis atau menghitung. Tapi masa bermain untuk melatih motoring untuk membentuk karakter anak dari usia dini,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit