TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Januari 2026, Pertalite dan Biosolar Masih Stabil

Reporter & Editor : AY
Kamis, 01 Januari 2026 | 07:49 WIB
Truk pengangkut BBM. Foto : Ist
Truk pengangkut BBM. Foto : Ist

JAKARTA – Memasuki awal tahun 2026, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, resmi menurunkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Penyesuaian harga ini mulai berlaku efektif Kamis, 1 Januari 2026.

 

Penurunan tersebut mencakup hampir seluruh jenis BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax series hingga solar nonsubsidi. Kebijakan ini diumumkan Pertamina pada Rabu (31/12/2025) sebagai bagian dari evaluasi rutin harga BBM.

 

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 12.350 per liter, turun Rp 400 dibandingkan harga Desember 2025 yang berada di angka Rp 12.750 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga dari Rp 13.750 menjadi Rp 13.400 per liter.

Harga Pertamax Green 95 turut disesuaikan menjadi Rp 13.150 per liter, lebih rendah dari sebelumnya Rp 13.500 per liter.

 

Penurunan cukup signifikan terjadi pada sektor BBM solar nonsubsidi. Dexlite kini dijual seharga Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.700 per liter. Sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp 13.600 per liter, dibandingkan harga sebelumnya Rp 15.000 per liter.

 

Di sisi lain, BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite (RON 90) tetap dipasarkan dengan harga Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar atau Solar Subsidi masih dibanderol Rp 6.800 per liter.

 

Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM ini dilakukan sesuai dengan regulasi pemerintah, yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula penetapan harga dasar BBM jenis bensin dan solar.

 

Evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit