TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

314 Peristiwa Terjadi Sepanjang 2025, Banjir dan Pohon Tumbang Mendominasi di Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 05 Januari 2026 | 17:39 WIB
Petugas BPBD mengevakuasi pohon tumbang di Tangerang Selatan, salah satu peristiwa yang mendominasi laporan kejadian sepanjang 2025. (Dok. BPBD Tangsel
Petugas BPBD mengevakuasi pohon tumbang di Tangerang Selatan, salah satu peristiwa yang mendominasi laporan kejadian sepanjang 2025. (Dok. BPBD Tangsel

CIPUTAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat sebanyak 314 peristiwa kebencanaan terjadi sepanjang tahun 2025. Dari ratusan kejadian tersebut, banjir atau genangan air serta pohon tumbang menjadi peristiwa yang paling mendominasi, seiring tingginya intensitas hujan dan cuaca ekstrem.

 

Berdasarkan data BPBD Kota Tangsel yang diperbarui hingga akhir 2025, kejadian banjir dan genangan tercatat sebanyak 194 peristiwa, disusul pohon tumbang sebanyak 77 kejadian. Selain itu, terdapat 24 kejadian longsor, 14 peristiwa angin kencang, 3 kasus orang hanyut atau tenggelam, serta 2 penanganan perbantuan kejadian kebakaran.

 

Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan mayoritas kejadian yang terjadi selama 2025 merupakan bencana hidrometeorologi yang dipicu kondisi cuaca.

 

“Sepanjang 2025, bencana yang kami tangani didominasi oleh banjir, genangan air, serta pohon tumbang akibat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Untuk kebakaran, perlu kami tegaskan bahwa data tersebut merupakan kejadian yang bersifat Bantuan Kendali Operasi (BKO),” ujar Essa, Senin (5/1).

 

 

Lebih lanjut, Essa memaparkan bahwa jika ditinjau berdasarkan wilayah, Kecamatan Pondok Aren menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 73 peristiwa. 

 

"Disusul Ciputat sebanyak 64 kejadian, Pamulang 50 kejadian, Serpong 43 kejadian, Setu 33 kejadian, Serpong Utara 31 kejadian, dan Ciputat Timur 20 kejadian," paparnya.

 

Pondok Aren juga menjadi wilayah yang paling sering dilanda bencana banjir dan genangan dengan angka mencapai 58 kejadian. Kemudian diikuti Ciputat 39 kejadian, Pamulang 35 kejadian, Serpong Utara 24 kejadian, Setu 13 kejadian, Serpong 8 kejadian, dan Ciputat Timur 17 kejadian.

 

Sementara itu, peristiwa pohon tumbang paling banyak terjadi di Serpong dengan 29 kejadian, diikuti Ciputat 16 kejadian. 

 

"Lalu Pondok Aren 9 kejadian, Pamulang 6 kejadian, Serpong Utara 5 kejadian, Ciputat Timur 2 kejadian, dan Setu 10 kejadian," lanjutnya.

 

BPBD juga mencatat 24 kejadian longsor, yang paling banyak terjadi di wilayah Setu dengan 10 kejadian, disusul Pondok Aren 3 kejadian, Pamulang 4 kejadian, Ciputat 4 kejadian, Serpong 3 kejadian, dan Serpong Utara 2 kejadian.

 

Adapun kasus orang hanyut atau tenggelam tercatat sebanyak 3 kejadian, masing-masing terjadi di Ciputat, Pamulang, dan Serpong.

 

"Untuk angin kencang, tercatat 14 kejadian yang tersebar di Ciputat 4 kejadian, Pondok Aren 5 kejadian, Pamulang 3 kejadian, dan Serpong 2 kejadian," tutur Essa.

 

Essa menegaskan, BPBD Kota Tangsel terus meningkatkan kesiapsiagaan personel serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana ke depan, terutama saat memasuki musim hujan.

 

“Kami terus melakukan mitigasi, pemantauan wilayah rawan, serta respons cepat di lapangan agar dampak bencana bisa diminimalkan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas,” tandasnya.

 

 

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, dan longsor, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan kejadian.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit