Guru Honorer Bergaji Rp 500 Ribu/Bulan Dapat Bantuan Kapolres
PAMULANG-Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Boy Jumalolo memberikan bantuan kepada seorang guru honorer yang tetap setia mengajar meski menerima gaji yang sangat minim. Guru tersebut adalah Agus Wijaya, sosok pendidik yang sempat viral karena hanya menerima honor sebesar Rp 500 ribu per bulan.
Meski dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup, Agus tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan keikhlasan demi masa depan anak-anak didiknya.
Kisah perjuangan Agus Wijaya menyentuh banyak pihak. Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, ia tetap berdiri di depan kelas, mengajar dan membimbing siswa-siswinya tanpa mengeluh. Baginya, mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati dan bentuk pengabdian kepada bangsa.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo mengunjungi langsung kediaman Agus Wijaya di wilayah Pamulang, Rabu (18/2). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyerahkan tali asih dan bantuan sebagai dukungan moral sekaligus bentuk perhatian terhadap perjuangan tenaga pendidik yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari keluarga Agus.
“Kami hadir untuk memberikan semangat dan dukungan. Pengabdian seorang guru seperti Agus Wijaya adalah bagian penting dalam membangun masa depan generasi bangsa. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk terus mengabdi,” ujar AKBP Boy Jumalolo, Kamis (19/2).
Boy menegaskan, bahwa peran guru sangat vital dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa. Tanpa dedikasi para guru, terutama di daerah dan dengan status honorer, pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal.
“Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan peduli terhadap kondisi warga, termasuk tenaga pendidik,” ungkapnya.
Agus Wijaya mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus mengajar dan memberikan yang terbaik bagi para siswa.
Suasana silaturahmi berlangsung sederhana namun penuh makna. Kehadiran Kapolres menjadi simbol bahwa perjuangan seorang guru tidak luput dari perhatian.
Melalui kegiatan ini, Polres Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Karena perjuangan seorang guru adalah fondasi masa depan bangsa.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu




