Pemkot Tangerang Targetkan Bank Sampah di Seluruh RW Pada Tahun Depan
TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh Rukun Warga (RW) pada 2026. Tujuannya, sebagai strategi menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
Target ambisius tersebut dinilai krusial di tengah keterbatasan daya tampung TPA dan rendahnya pengelolaan sampah dari sumber.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan, bank sampah tingkat RW akan menjadi garda terdepan pengurangan sampah sekaligus instrumen peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
“Bank sampah unit di setiap RW akan membantu mengurangi timbulan sampah sejak dari lingkungan pemukiman. Dampaknya langsung terasa karena beban sampah yang masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan hingga TPA Rawa Kucing bisa ditekan secara signifikan,” ujar Wawan, Selasa (6/1).
Menurutnya, Pemkot Tangerang akan memaksimalkan peran serta masyarakat agar pengelolaan sampah tidak lagi bergantung pada sistem angkut-buang. Melalui bank sampah, warga didorong mengelola sampah secara mandiri sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPA, sesuai regulasi persampahan yang diterapkan.
“Kami berharap kawasan pertokoan, perumahan hingga lingkungan padat penduduk mulai memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Dengan begitu, TPA Rawa Kucing benar-benar hanya menerima sampah residu,” ucapnya.
Target pembentukan bank sampah di seluruh RW ini akan diperkuat dengan program unggulan lain dalam peta jalan pengelolaan sampah 2026, seperti optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) serta pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang telah diterapkan di Kota Tangerang.
Keberhasilan Bank Sampah Darling di Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, menjadi contoh konkret efektivitas bank sampah berbasis lingkungan. Dalam kurun waktu lima tahun, Bank Sampah Darling berhasil mengelola 161.794 kilogram atau 161,7 ton sampah anorganik dengan nilai ekonomi mencapai Rp464.723.363.
Ketua Bank Sampah Darling, Sobirin menjelaskan, pencapaian itu berawal dari upaya membangun kesadaran warga sejak 2020, saat volume sampah yang dikelola masih sekitar seribu kilogram per tahun. “Yang kami bangun pertama bukan timbangan, tapi pola pikir. Dari 1.197 kilogram di tahun 2020, kini pada 2025 kami bisa mengelola hampir 51 ton sampah dalam setahun. Hal tersebut hasil konsistensi warga,” tuturnya.
Ia menyebut, nilai ekonomi yang diterima warga juga meningkat signifikan, dari Rp 3,5 juta pada tahun pertama menjadi Rp 134,2 juta di 2025. Menurutnya, perolehan tersebut membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis RT dan RW dapat memberi kontribusi nyata bagi kota.
“Ini kerja kecil yang dilakukan rutin. Kalau setiap RW konsisten, dampaknya akan sangat besar untuk Kota Tangerang,” tegas Sobirin.
Pemkot Tangerang berharap keberhasilan Bank Sampah Darling dapat menjadi pemantik bagi RW lain untuk segera membentuk bank sampah, seiring target pemerintah mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berbasis partisipasi warga.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 23 jam yang lalu
Politik | 22 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 14 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


