TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Guru Besar IPDN Beri Saran Penanganan Sampah di Kota Tangsel

Dibutuhkan Kolaborasi dan Edukasi

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Kamis, 08 Januari 2026 | 14:35 WIB
Prof. Dr. Muhadam Labolo, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).(Dok. Pribadi)
Prof. Dr. Muhadam Labolo, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).(Dok. Pribadi)

JAKARTA - Persoalan sampah yang dihadapi oleh sejumlah daerah mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Secara umum sampah masih dianggap sebagai masalah dan belum ada solusi yang komprehensif dalam penanganannya.

Salah satu daerah yang tengah mengalami darurat sampah terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

 

Di mana Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel kewalahan menangani sampah dan berupaya melakukan kerja sama pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong di Kota Serang, namun kebijakan tersebut ditolak oleh warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

 

Menanggapi hal itu, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Muhadam Labolo memberikan saran kepada pemerintah daerah dalam hal pengelolaan sampah yang saat ini menjadi problem bersama.

 

Menurutnya, pemerintah daerah  perlu mengembangkan kerjasama tidak hanya soal pembuangan sampah ke tempat tertentu, tetapi perlu memperhatikan pertama, pertukaran informasi dan teknologi.

 

"Artinya daerah-daerah bisa saling berbagi pengalaman dan teknologi pengelolaan sampah yang efektif. Jadi bukan hanya salah satu jadi pemasok yang lain jadi korban," ujar Prof. Muhadam Labolo kepada tangselpos.id, Kamis (8/1/2026).

 

Saran berikutnya, kata dia, perlu pengelolaan bersama. Maknanya daerah bisa bekerja sama mengelola TPA secara bersama-sama untuk menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi (win-win solution).

 

"Ketiga, perlu meningkatkan koordinasi pengangkutan sampah. Daerah dapat bekerja sama dalam pengangkutan sampah untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efektivitas," sambungnya.

 

Saran terakhir yakni perlu adanya peningkatan program edukasi bersama. Hal tersebut berkaitan dengan partisipasi masyarakat dan pihak ketiga melalui program edukasi dan kampanye pengelolaan sampah yang tepat kepada masyarakat secara kolektif.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit