Banjir Genangi Sejumlah Wilayah Banten, Pasien RSUD Kota Serang Dievakuasi Petugas
SERANG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banten pada Senin (12/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, termasuk Kota Serang. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Data sementara BPBD mencatat sedikitnya 532 kepala keluarga di enam kecamatan terdampak.
Salah satu wilayah terparah berada di Perumahan Grand Sutera. Genangan air merendam permukiman warga dengan ketinggian berbeda-beda, memaksa sebagian warga dievakuasi menggunakan perahu karet.
“Waktu kami keluar rumah, air sudah setinggi lutut,” kata Anita, warga setempat.
Meski banjir cukup tinggi, sejumlah warga memilih bertahan karena air belum masuk ke dalam rumah. Anak-anak tampak bermain air, sementara warga lainnya berupaya menahan genangan dengan karung pasir dan material seadanya di depan rumah.
Dampak banjir turut dirasakan RSUD Kota Serang. Area pelataran dan parkiran rumah sakit tergenang air, sehingga akses masuk menjadi terbatas. Sejumlah pasien, terutama lansia dan anak-anak, terpaksa digendong atau dipapah petugas keamanan dan tenaga medis agar dapat masuk ke area pelayanan.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, memastikan genangan tidak sampai masuk ke dalam gedung rumah sakit.
“Air hanya menggenangi bagian luar. Pelayanan medis tetap berjalan normal,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang tidak mampu ditampung sistem drainase. Pemerintah Kota Serang, kata Agis, tengah menyiapkan langkah jangka panjang berupa normalisasi Sungai Parung dan perbaikan saluran air.
Sementara itu, BPBD Kota Serang mencatat sebanyak 1.690 warga terdampak banjir. Selain 556 rumah terendam, bencana ini juga menyebabkan delapan pohon tumbang, sembilan rumah roboh, serta 10 rumah mengalami kerusakan.
Direktur Utama RSUD Kota Serang, Ahmad Humariyadi, menyebut genangan hingga mencapai area rumah sakit merupakan kejadian yang jarang terjadi. Ia memastikan tidak ada pasien rawat inap yang dipulangkan akibat banjir.
“Kami lakukan penanganan darurat dengan membuka dan mengeruk saluran air di belakang gedung agar genangan cepat surut,” jelasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 9 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 12 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


