Satgas MBG Pandeglang Murka Ke SPPI & Yayasan
Banyak Aduan Menu Basi & Tak Sesuai Anggaran
PANDEGLANG - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang, murka (sangat marah) kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.
Murkanya Satgas MBG Pandeglang dipicu banyaknya laporan soal ketidak sesuaian menu, baik itu adanya susu kedelai dan jasuke (jagung susu keju) yang diterima para pelajar SDN Pandeglang 4 dari SPPG Tenjolaya Kecamatan Pandeglang, dalam keadaan basi.
Selain itu, banyaknya keluhan harga menu yang dikirimkan untuk selama tiga hari (Senin-Rabu) diduga tidak sesuai. Atas dasar itulah ada sebanyak 50 yayasan dan mitra, serta SPPI dan Koordinator Kecamatan (Korcam) di gembleng oleh Satgas MBG Pandeglang, di Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Selasa (24/2).
Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang, Doni Hermawan, mengaku kesal dengan adanya sikap yayasan atau pengelola SPPG MBG yang semena-mena mendistribusikan menu tanpa mementingkan kualitas gizi.
“Ini dapur SPPG Tenjolaya sudah kedua kalinya membuat ulah, pertama menu yang dikirim ke SDN Pandeglang 4 ada ulatnya. Dan kemarin banyak keluhan susu kedelai berbusa dan basi, jasuke basi dan harganya juga tak sesuai,” ungkap Doni dengan nada keras dihadapan para SPPI dan pihak yayasan.
Doni menegaskan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi keras kepada dapur SPPG Tenjolaya tersebut. Bahkan dia akan memindahkan penerima manfaatnya ke SPPG yang berkualitas.
“Ini peringatan keras, untuk dapur MBG Tenjolaya sudah dua kali dan apabila terulang kembali maka siswa penerimanya saya pindahkan ke dapur lain. Jangan main-main dengan program ini, karena ini tujuannya untuk memberikan gizi berkualitas,” tegasnya lagi.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Pemkesra) Setda Pandeglang ini juga, menekankan kepada SPPI agar menjalankan tugas dan fungsinya (tupoksi) dengan benar dan baik.
“Jika menu makanan tak sesuai ya tolak. Kan ada ahli gizi, saya harap semuanya bersinergi patuhi aturan BGN (Badan Gizi Nasional). Ketegasan SPPI menjalankan SOP BGN penting,” pesannya.
Menurutnya, tujuan dari pemerintah bagaimana masyarakat, utamanya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita bisa makan gizi gratis yang berkualitas.
“Makan gizi berkualitas supaya anak-anak kita kedepannya punya otak bagus dan tinggi badan sesuai tidak stunting, kan begitu tujuannya. Cari bahan-bahan berkualitas, jangan sampai karena tekanan orang malahan jadi masalah,” harapannya.
Katanya lagi, kepada SPPI agar tolong perbaiki, evaluasi lagi menunya. Biar anak-anak tidak bosan. “Menu tempe, tahu, telor, lagi. Tapi cari menu yang lain namun gizinya bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Asep Rahmat menegaskan, SPPI dalam program MBG ini bertugas untuk memastikan gizi anak-anak dan ibu hamil terpenuhi untuk meningkatkan kesehatan serta mendukung pencegahan stunting.
“Jadi SPPI tujuannya memastikan gizi. Peran utamanya SPPI bertanggungjawab administrasi penyediaan distribusi, keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan. Maka dari itu saya minta agar kerjanya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
RAMADAN | 2 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu




