TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Persib dan Persija Tegas Menolak Tindakan Rasisme

Reporter & Editor : AY
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:30 WIB
Laga Persib vs Persija. Foto : Ist
Laga Persib vs Persija. Foto : Ist

BANDUNG — Persib Bandung dan Persija Jakarta menyuarakan sikap tegas menentang tindakan rasisme serta ujaran kebencian yang menimpa pemain mereka usai laga klasik Persib kontra Persija, Minggu (11/1/2026).

 

Dari kubu Persib, gelandang Thom Haye menjadi sasaran berbagai pesan bernada ancaman melalui media sosial, mulai dari ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman pembunuhan. Manajemen Persib pun mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.

 

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa kekerasan verbal dan rasisme sama sekali tidak dapat ditoleransi.

 

“Persib menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, dan rasisme tidak memiliki tempat, baik dalam sepak bola maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Adhi dalam pernyataan resminya.

 

Menurut Adhi, sepak bola seharusnya menjadi ruang pemersatu yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, fair play, serta saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia menekankan bahwa rivalitas antarklub tidak boleh melampaui batas hingga berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Persija Jakarta. Klub Ibu Kota itu mengecam keras tindakan rasis yang dialami penyerang mereka, Allano Lima, melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya usai laga kontra Persib.

 

Persija menilai perilaku tersebut sebagai tindakan tidak bermoral dan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola, terlebih di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

 

Manajemen Persija mengaku kecewa karena insiden serupa masih terus berulang. Klub menegaskan bahwa rasisme bukan candaan dan bukan pula pelampiasan emosi sesaat, melainkan bentuk kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga.

 

“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata Manajer Persija, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko.

 

Baik Persib maupun Persija berharap seluruh elemen sepak bola Indonesia dapat bersatu melawan rasisme dan ujaran kebencian, demi menjaga sepak bola sebagai ruang yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi semua pihak.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit