Anggaran Pemeliharaan Jalan Rutin Hanya Rp 1 Miliar
PANDEGLANG - Anggaran pemeliharaan jalan rutin Tahun Anggaran (TA) 2026 yang diperuntukan jalan yang tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, besarannya hanya mencapai Rp 1 miliar. Anggaran itu secara spesifik dialokasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang.
Plt Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengatakan, anggaran pemeliharaan jalan rutin tersebut diperuntukkan bagi satu kabupaten, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan skala prioritas.
“Untuk pemeliharaan jalan rutin, anggarannya kurang lebih Rp 1 miliar. Itu untuk satu kabupaten (35 kecamatan,red), dan kami dituntut untuk menjaga kondisi kemantapan jalan,” kata Andrian, Rabu (14/1).
Ia menyatakan, wilayah perkotaan menjadi salah satu prioritas pemeliharaan rutin, seperti Jalan Bhayangkara, kawasan Alun-alun Pandeglang, serta sejumlah ruas jalan lainnya di pusat kota.
“Itu menjadi prioritas karena berada di wilayah perkotaan. Termasuk juga sentuhan pemeliharaan jalan seperti di Jalan Ciherang,” ungkapnya.
Katanya, upaya pemeliharaan jalan rutin terus dilakukan melalui anggaran yang tersedia. Namun, secara teknis pelaksanaan pemeliharaan jalan rutin berada di bawah kewenangan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
“Kami berkoordinasi dengan tim di UPT, karena untuk pemeliharaan jalan rutin ada di UPT. Bidang kami sifatnya mengoordinasikan saja,” ucapnya.
Ia tak memungkiri, dengan anggaran Rp 1 miliar untuk satu kabupaten, hasil pemeliharaan jalan tidak selalu terlihat merata di semua wilayah. “Kalau untuk satu kabupaten, memang mungkin tidak akan terlihat secara menyeluruh,” tuturnya.
Walau demikian, Andrian menegaskan bahwa Pemkab Pandeglang tidak tinggal diam meskipun masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan. Kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan turut menjadi kendala dalam pelaksanaan perbaikan.
“Apalagi ini masih awal tahun dan curah hujan cukup tinggi. Bukan berarti kami diam, tetapi kalau penambalan dilakukan saat hujan, hasilnya bisa hambur,” katanya lagi.
Ia memastikan, setelah kondisi cuaca membaik dan intensitas hujan menurun, DPUPR Pandeglang akan segera melakukan penanganan berupa patching atau penambalan pada ruas jalan yang rusak. “Nanti kalau cuaca sudah memungkinkan, kami akan langsung lakukan patching agar hasilnya maksimal,” pungkasnya.
Terpisah, warga Pandeglang yang tengah nongkrong di pangkalan ojek dengan kondisi jalan rusak, Ahmad, mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.
Menurutnya, jalan berlubang dan rusak tersebut kerap membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bahkan, tidak sedikit pengendara yang terpaksa mengurangi kecepatan secara drastis untuk menghindari lubang.
“Kalau siang masih kelihatan, tapi kalau malam atau habis hujan itu bahaya. Lubangnya tertutup air, jadi sering bikin kaget pengendara,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada aktivitas warga, termasuk para pengemudi ojek yang mangkal di lokasi tersebut. Selain berisiko kecelakaan, kerusakan jalan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
“Kadang penumpang juga mengeluh. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini supaya lebih aman dan nyaman,” tandasnya penuh harapan.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 jam yang lalu
TangselCity | 13 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 20 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu


