Hamilton Siap Didepak Ferrari
INGGRIS – Lewis Hamilton dikabarkan telah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk dalam kariernya bersama Ferrari. Sepanjang musim Formula 1 2025, juara dunia tujuh kali itu belum sekalipun meraih podium, memicu spekulasi soal masa depannya di tim Kuda Jingkrak.
Meski masih terikat kontrak hingga 2027, Hamilton disebut telah menyiapkan skenario alternatif jika harus berpisah lebih cepat dengan Ferrari. Isu tersebut mencuat seiring adanya klausul tertentu dalam kontraknya yang memungkinkan perpisahan sebelum masa kerja berakhir.
Situasi semacam ini bukan hal baru bagi Ferrari. Dalam sejarahnya, tim asal Maranello itu kerap “mengarahkan” pembalap legendaris menuju pintu keluar tanpa melakukan pemecatan secara terbuka.
Di usia 41 tahun, Hamilton menegaskan bahwa pensiun belum menjadi pilihan. Ia memastikan motivasi dan ambisinya di lintasan masih sangat tinggi.
“Saya masih merasa lapar dan termotivasi. Selama saya bisa tampil kompetitif, saya tidak melihat alasan untuk berhenti,” ujar Hamilton dalam wawancara terbaru, seperti dikutip ESPN, Kamis (waktu setempat).
Jika benar harus berpisah dengan Ferrari, Aston Martin disebut sebagai salah satu opsi paling realistis. Meski belum meraih kemenangan sejak 2021, tim asal Silverstone itu memiliki ambisi besar berkat dukungan finansial kuat serta proyek jangka panjang yang tengah dibangun.
Pemilik Aston Martin, Lawrence Stroll, terus memperkokoh fondasi tim dengan merekrut figur-figur kunci, termasuk perancang legendaris Adrian Newey yang kini fokus pada pengembangan mobil.
Bagi Hamilton, peluang bekerja sama dengan Newey menjadi daya tarik tersendiri.
“Bekerja dengan orang-orang terbaik selalu menarik. Adrian adalah salah satu jenius terbesar yang pernah ada di Formula 1,” kata Hamilton.
Namun, jalan menuju Aston Martin tidak sepenuhnya mulus. Tim tersebut juga dikabarkan mengincar nama-nama besar lain, seperti Max Verstappen dan Charles Leclerc.
Terlepas dari berbagai spekulasi, Hamilton menegaskan dirinya siap menghadapi segala kemungkinan.
“Dalam karier ini, Anda harus selalu siap dengan berbagai skenario. Saya tenang, fokus, dan siap untuk apa pun,” ujarnya.
Dengan pernyataan itu, Hamilton menegaskan satu hal: jika benar harus berpisah dengan Ferrari, ia siap melangkah ke babak berikutnya tanpa harus menutup kariernya di Formula 1.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


