TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Aparat Kelurahan Lengkong Karya Olah Sampah Organik Lewat Teba

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 21 Januari 2026 | 07:10 WIB
TEBA. Kelurahan Lengkong Karya membangun Teba sebagai solusi menekan sampah organik.
TEBA. Kelurahan Lengkong Karya membangun Teba sebagai solusi menekan sampah organik.

SERPONG UTARA-Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara mulai menerapkan pengelolaan sampah organik dengan membangun Teba. Fasilitas ini disiapkan sebagai percontohan pengolahan sampah berbasis lingkungan sebelum diterapkan ke tingkat warga.

 

 Lurah Lengkong Karya, Nur Asni Rahman mengatakan, pembangunan Teba dilakukan di lingkungan kantor kelurahan dan dikerjakan langsung oleh pegawai kelurahan. Pembangunan tersebut telah berlangsung selama lima hari.

 

“Ini ukurannya panjang 2 meter, lebarnya 1,8 meter, dan kedalamannya 2 meter. Nanti di bagian bawah akan dipasang paralon sebagai resapan air, jadi kalau ada air masuk bisa langsung terserap ke tanah,” ujar Nur Asni.

 

 Menurutnya, Teba ini dirancang untuk menampung sampah organik seperti sisa makanan dan limbah dapur dari aktivitas kelurahan. Sampah tersebut nantinya akan diolah secara alami hingga menjadi kompos.

 

 “Konsepnya, sampah organik seperti sisa makanan dibuang ke Teba ini. Penampungannya bisa untuk proses pengomposan sekitar dua sampai tiga bulan, bahkan bisa sampai enam bulan,” jelasnya.

 

 Ia menyebutkan, daya tampung Teba cukup besar. Dalam sekali pengisian, Teba mampu menampung sampah organik setara satu mobil engkel. “Kalau dihitung kira-kira bisa menampung 500 sampai 800 kilogram sampah organik,” katanya.

 

 Setelah proses pengomposan selesai, hasil kompos tidak langsung dibuang, melainkan akan dimanfaatkan. Kompos tersebut rencananya akan dibagikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di wilayah Lengkong Karya.

 

“Nanti setelah penuh dan jadi kompos, sekitar enam bulan bisa diangkut, lalu diisi ulang lagi. Komposnya akan dibagikan ke KWT,” ujarnya.

 

Saat ini, terdapat dua KWT aktif di Kelurahan Lengkong Karya, masing-masing berada di RW 3 dan RW 6. Selain itu, kelurahan juga menyiapkan program pendukung berupa penggunaan bahan atau aktivator untuk mempercepat proses penguraian sampah organik. “Insya Allah dalam minggu-minggu ini semuanya sudah beres,” pungkasnya.

 

 Pembangunan Teba ini diharapkan menjadi langkah awal pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit