TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

10 Kecamatan Di Pandeglang Dikepung Bencana

Mendominasi Rumah Rusak Tertimpa Pohon & Tersapu Puting Beliung

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 09:00 WIB
Rumah warga di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, tertimpa longsor dan terancam ambruk, Rabu (21/1).
Rumah warga di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, tertimpa longsor dan terancam ambruk, Rabu (21/1).

PANDEGLANG - Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang, telah mengakibatkan pohon tumbang menimpa puluhan rumah warga. Selain itu, angin puting beliung telah menyapu rumah warga hingga mengalami kerusakan berat.

 

Selain itu juga, telah terjadi longsor yang mengakibatkan gedung sekolah dan rumah warga mengalami kerusakan sehingga terancam ambruk tertimbun longsor.

 

Kondisi bencana yang mengepung wilayah Kabupaten Pandeglang itu terjadi di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Pulosari, Sidangresmi, Sukaresmi, Pagelaran, Angsana, Carita, Mandalawangi, Saketi, Kecamatan Karangtanjung.

 

Total rumah yang mengalami rusak mencapai sekitar 33 rumah, terdiri akibat puting beliung 17 rumah, tertimpa pohon mencapai sekitar 13 rumah, dan akibat longsor mencapai 3 rumah, serta 1 bangunan gedung sekolah.

 

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Mandalawangi, Ence mengungkapkan, hujan deras yang terjadi sejak malam Selasa hingga saat ini telah mengakibatkan pondasi gedung sekolah longsor.

 

“Kejadian pondasi gedung SDN Giripawana 1 di Kampung Kadulam RT/RW 004/003, Desa Giripawana, longsor itu terjadi tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Longsoran sempat menghalangi jalan, namun bersama warga sudah kami bersihkan,” kata Ence, Rabu (21/1).

 

Ketua KSB Provinsi Banten, Beni Madsira mengungkapkan, sementara ini hasil dari laporan yang diterimanya dari personel KSB di tiap-tiap kecamatan, ada sekitar 10 kecamatan yang dilanda bencana, baik itu  bencana pohon tumbang, puting beliung dan longsor.

 

“Untuk data yang terkena angin puting beliung itu ada 8 rumah rusak di Kecamatan Sindangresmi, Kecamatan Angsana 9 rumah rusak berat, Pulosari rumah tertimpa pohon kelapa ada 12 rumah, di Pagelaran 1 rumah ambruk terkena angin kencang, di Kecamatan Mandalawangi itu pagar gedung SD ambruk, dan di Karangtanjung 3 rumah rusak akibat longsor,” jelasnya.

 

Menurutnya, rumah yang mengalami kerusakan telah didominasi akibat bencana pohon tumbang dan angin puting beliung. Dipastikannya, dalam musibah itu tidak ada korban jiwa.

 

“Jadi dari pagi itu kejadian banyaknya pohon tumbang dan bencana puting beliung. Alhamdulillah, tak ada korban jiwa,” ujarnya.

 

“Teman-teman dari pagi melakukan evakuasi pohon-pohon tumbang yang menimpa rumah warga, dan akibat bencana puting beliung,” sambungnya.

 

Untuk respon cepatnya dari KSB katanya lagi, melalui lumbung sosial melakukan pemberian bantuan paket sembako kepada warga yang terkena musibah tersebut.

 

“Adapun yang lain-lainnya kami melakukan pendataan, kami juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap siaga dan waspada. Terutama di lingkungan penduduk kalau ada pohon-pohon sudah tinggi yang membahayakan lebih baik tebang, sebab sekarang ini musim hujan angin,” pungkasnya.

 

Dia juga mendesak para pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, supaya melakukan langkah cepat menangani bencana yang terjadi.

 

“Kami teman-teman KSB di tiap-tiap kecamatan siap siaga. Kami juga meminta kepada pihak instansi terkait gerak cepat, karena kami KSB terbatas terutama dalam memberikan bantuan. Apalagi lumbung sosial lagi kosong, stoknya habis,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit