Ribuan Jamaah Umrah Asal Banten Masih Tertahan di Arab Saudi
SERANG – Sekitar 2.000 jamaah umrah asal Provinsi Banten dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi akibat terganggunya jadwal penerbangan di kawasan Timur Tengah yang saat ini dilanda konflik.
Data tersebut disampaikan oleh Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu). Organisasi ini mencatat, para jamaah belum dapat kembali ke Tanah Air karena sejumlah maskapai membatalkan penerbangan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut.
Ketua DPP Bersathu, Wawan Suhada, mengatakan jumlah jamaah asal Banten yang masih berada di Arab Saudi diperkirakan berkisar antara 1.000 hingga 2.000 orang. Jika dihitung secara nasional, jumlah jamaah Indonesia yang tertahan diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang.
“Kalau secara keseluruhan nasional bisa mencapai sekitar lima ribu jamaah,” ujar Wawan saat dihubungi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pembatalan penerbangan terjadi karena sejumlah maskapai menghindari jalur udara di wilayah yang terdampak konflik, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.
Beberapa maskapai yang diketahui membatalkan penerbangan di antaranya Etihad Airways, Emirates, dan Qatar Airways.
Akibat pembatalan tersebut, para jamaah yang sebelumnya dijadwalkan pulang ke Indonesia terpaksa menunggu kepastian jadwal penerbangan baru dari pihak maskapai.
Wawan menjelaskan, sebagian besar jamaah saat ini masih berada di Jeddah dan difasilitasi oleh maskapai sambil menunggu kepastian jadwal kepulangan.
“Banyak jamaah yang sementara ditampung di Jeddah sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya. Selama menunggu, biaya hotel dan konsumsi ditanggung oleh pihak maskapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan umumnya juga bertanggung jawab mengalihkan tiket kepulangan jamaah ke maskapai lain yang masih beroperasi normal, seperti Saudia, Garuda Indonesia, Lion Air, maupun Oman Air.
Meski demikian, Wawan mengakui tidak semua maskapai memberikan bentuk kompensasi yang sama. Namun secara umum, sebagian besar maskapai tetap berupaya bertanggung jawab dalam proses pemulangan jamaah.
“Ini merupakan tanggung jawab maskapai. Memang tidak semua penanganannya sama, tetapi secara umum maskapai tetap berupaya memulangkan para jamaah,” tegasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



