Musrenbang Pondok Pucung Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan
PONDOK AREN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pondok Pucung menjadi wadah penyerapan aspirasi warga terkait kebutuhan pembangunan di lingkungan. Sejumlah usulan mengemuka, dengan fokus utama pada perbaikan jalan lingkungan, drainase, serta penguatan pengelolaan sampah.
Lurah Pondok Pucung, Murdih, mengatakan Musrenbang dimanfaatkan untuk memastikan perencanaan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
“Musrenbang ini kami manfaatkan untuk menyatukan aspirasi warga dengan arah kebijakan pembangunan, supaya program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujar Murdih, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, pada Musrenbang tahun 2025 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Kelurahan Pondok Pucung memperoleh pagu anggaran sebesar Rp2.805.000.000. Sementara pada Musrenbang 2026 untuk RKPD 2027, pagu anggaran tercatat sebesar Rp2.585.000.000.
“Terjadi efisiensi dengan penurunan pagu sekitar Rp300 juta,” jelasnya.
Dari total anggaran tersebut, alokasi pembangunan masih didominasi sektor infrastruktur sebesar 60 persen, sedangkan 40 persen dialokasikan untuk kegiatan non-infrastruktur. Infrastruktur tetap menjadi prioritas, khususnya perbaikan jalan lingkungan dan drainase.
“Untuk infrastruktur memang masih dominan ke jalan. Sementara non-infrastruktur juga diarahkan untuk penanganan persampahan,” kata Murdih.
Ia menambahkan, pada tahun ini terdapat sejumlah usulan pengelolaan sampah yang diajukan melalui Musrenbang, di antaranya penyediaan tong sampah, pengadaan mesin pencacah sampah, serta motor roda tiga untuk pengangkutan sampah.
“Ini bagian dari upaya memperkuat penanganan sampah di tingkat lingkungan,” ujarnya.
Murdih menyebutkan, kondisi pengelolaan sampah di wilayah Pondok Pucung saat ini masih tergolong aman. Kendati demikian, pihaknya tetap menjadikan isu persampahan sebagai salah satu perhatian dalam perencanaan pembangunan.
Selain itu, kelurahan juga mendorong penerapan biopori sebagai upaya penataan lingkungan. Program tersebut dilaksanakan di luar pembiayaan Musrenbang.
“Harapannya, dengan perencanaan yang tepat, lingkungan Pondok Pucung bisa semakin rapi dan nyaman bagi warga,” pungkasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


